29 June 2022, 11:32 WIB

Festival Sriwijaya ke XXX Pamerkan 43 Warisan Budaya Tak Benda


Dwi Apriani | Nusantara

dok.ant
 dok.ant
Penari membawakan tarian cerita rakyat asal Kabupaten Pagaralam pada pergelaran Festival Sriwijaya pada tahun 2021.

PEMERINTAH Provinsi Sumatra Selatan menggelar Festival Sriwijaya ke XXX di Museum Sultan Mahmud Badarudin (SMB) II Palembang. Festival Sriwijaya yang diadakan 29 Juni - 6 Juli 2022 memamerkan 43 warisan budaya tak benda.

"Tema tahun ini adalah kita adalah Sriwijaya, kita bangga sebagai Sriwijaya. Festival ini akan dilaksanakan satu pekan dengan lokasi di museum SMB II Palembang," kata Kabid Pengembangan Pemasaran Disbudpar Provinsi Sumsel Murry Alfiansyah, kemarin.

Menurutnya, kali ini Festival Sriwijaya akan digelar di halaman Gedung SMB II, Benteng Kuota Besak (BKB) Palembang. Dengan menyuguhkan keindahan Gedung Museum yang merupakan cagar budaya dengan pemandangan disekitarnya yaitu Sungai Musi dan Jembatan Ampera.

"Festival Sriwijaya ke XXX akan menjadi suguhan menarik dan spektakuler, menyajikan tata lampu yang artistik dan megah sebagai latar panggung pertunjukan utama," katanya

Ia mengatakan, pengunjung juga akan disuguhkan keunikan dan keindahan seni tari, lagu dan theater (seni teatrikal) dari seluruh Kabupaten/Kota yang ada di Sumsel.

"Istimewanya Festival Sriwijaya tahun ini selain masuk dalam Karisma Event Nusantara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI, juga akan menjadi suguhan utama bagi kontingen Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) VI Sumsel yang akan diadakan pada 1-7 Juli 2022," katanya.

Selain itu, sembari menikmati pertunjukan seni budaya, pengunjung dapat menikmati sajian kuliner khas Sumsel dari puluhan UMKM di Sumsel. Lalu ada juga pameran ekonomi kreatif (Ekraf) dan Pameran 43 warisan budaya tak benda (WBTB) serta talkshow mengenai sejarah dan ekonomi kreatif.

"Untuk pembukaannya 29 Juni pada malam hari, ditandai dengan mengikatkan kain selendang khas masing-masing dari 17 Kabupaten/Kota oleh Walikota/Bupati se Sumsel," katanya.

Bahkan nantinya, Gubernur Sumsel Herman Deru akan jadi lakon utama di pagelaran budaya kolosal bertema 'Mahakarya Sriwijaya Tangguh'. Gubernur akan bertindak sebagai raja, atau orang nomor satu di Provinsi Sumsel dengan menaiki kuda dan akan melihat-lihat pembuatan taman srikestra yang dikemas dalam sebuah teatrikal.

Nantinya, Gubernur Sumsel juga akan mengenakan pakaian adat khas Sumsel dan akan membacakan kutipan kalimat dari Prasasti Talang Tuo yang menceritakan tentang taman untuk dimanfaatkan seluas-luasnya bagi kemakmuran masyarakat. (OL-13)

Baca Juga: Pemkab Muba Minta Perusahaan Hargai TBS Sawit Sesuai Aturan

BERITA TERKAIT