29 June 2022, 07:05 WIB

PLTSa Putri Cempo Diuji Cobakan Hasilkan Listrik


Widjajadi | Nusantara

Ant/Mohammad Ayudha
 Ant/Mohammad Ayudha
Petugas menunjukan cara kerja mesin pengolahan sampah menjadi energi listrik saat dilakukan uji coba PLTSa di TPA Putri Cempo, Solo, Selasa 

PROYEK Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Putri Cempo yang merupakan proyek pengembangan pembangkit listrik berbasis sampah di Kota Solo, pada Selasa sore (28/6) mulai tahap commisioning, setelah memgalami progres pembangunan sejak Oktober 2019.

Direktur PT. Solo Citra Metro Plasma Power (SCMP) selaku pemenang tender terbuka pelaksana proyek PLTSa Putri Cempo, Erlan Syuherlan mengajak keliling Sekda Kota Solo Ahyani bersama Ketua DPRD Kota Budi Prasetyo dan Ketua Fraksi PDIP YF Sukasno pada area 4 unit mesin pembangkit yang ada di kompleks TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Sampah Putri Cempo.

Dia menjelaskan, bahwa tahapan commisioning ini merupakan pengujian dengan mengecek apakah sistem itu sudah berjalan dengan baik, dan mampu menghasilkan listrik. " Commisioning ini untuk membuktikan bahwa sampah bisa dijadikan listrik, itu saja," kata Erlan.

Dia katakan, hingga tahap uji coba sistem mesin pengolah gasifikasi menjadi listrik di PLTSa Putri Cempo ini baru terpasang 4 unit, dari total 8 unit mesin, yang ditarget bisa terpasang dan beroperasional penuh pada Desember 2022.

"Jika semua sesuai jadwal dan target, maka PLTSa Putri Cempo ini akab menjadi solusi bagimana mengatasi sampah di Solo ini menjadi energi ramah lingkungan, dalam wujud listrik," kata dia.

Lebih jauh dia paparkan, dengan melihat rangkaian mesin yang sudah bisa jalan, kita berharap dukungan, agar tahap lanjutan bisa diselesaikan. Dengan begitu akan segera terjawab pertanyaan selama ini, apakah sampah bisa diubah menjadi listrik.

PLTSa Putri Cempo untuk pengolahan sampah menjadi gasifikasi, yang kemudian dikonversi menjadi listrik ini tiap hari membutuhkan sampah yang sudab dipilah dan kering sebanyak 510 ton, yang merupakan campuran sampah lama dan baru.

Jika sudah terpasang semua pada akhir tahun, maka PLTSa Putri Cempo mampu memproduksi 8 Mega Watt, yang mana 5 MW dijual ke PLN, dan 3 MW untuk dikelola kepentingan pembangkit.

Sekda Kota Solo Ahyani menjelaskan, bahwa untuk memenuhi kebutuhan PLTSa ini kedepan, Pemkot akan menerapkan konsep sampah regional Subosukowonosraten (Surakarta/Solo, Sukoharjo, Wonogiri, Sragen, Karanganyarndan Klaten ).

"Hal ini perlu,karena hanya mengandalkan sampah warga Solo yang hanya 310 ton per hari sangat kurang. Karena itu butuh dukungan dari tetangga. Misal Palur dan Kartosuro, sudah kita koordinasi, dan nanti akan ditinsaklanjuti antar kepala daerah," tutur Ayani usai meninjau keliling PLTSa Putri Cempo. (OL-13)

Baca Juga: Anies Sebut PLTSa Bantargebang Solusi Atasi 7.800 Ton Sampah DKI

 

BERITA TERKAIT