28 June 2022, 18:09 WIB

2 Anggota Khilafatul Muslimin di Makassar Berikrar Setia dengan NKRI


Lina Herlina | Nusantara

ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah
 ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah
Ilustrasi deklarasi kebangsaan Khilafatul Muslimin

KEPALA Kepolisian Sektor Tallo Komisaris Badollahi mengungkapkan jika dua orang anggota Khilafatul Muslimin di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, berikrar setia ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Saat melakukan ikrar tersebut, keduanya didampingi Kesbangpol Kota Makassar dan turut dihadiri perwakilan Densus 88 Mabes Polri serta BIN Sulsel.

"Kehadiran itu sekalian diberikan tindakan edukasi," kata Badollahi, Selasa (28/6).

Salah satu anggota kelompok Khilafatul Muslimin di Kota Makassar Bakri Like yang merupakan warga Rappokalling mengaku jika kelompoknya di Kota Makassar sudah membubarkan diri.

"Saat ini sudah bubar kelompok Khilafatul Muslimin di Makassar. Dulu ada kantornya di Rappokalling. Tapi, sudah menurunkan pamfletnya dan sudah membubarkan diri beberapa waktu lalu," tuturnya.

Bakri pun menegaskan kesediannya kembali ke NKRI dan tidak lagi tunduk pada ajaran Khilafatul Muslimin.

Badollahi menambahkan berdasarkan keterangan Bakri, Khilafatul Muslimin di Makassar sudah membubarkan diri. Kelompok ini sebelumnya kerap melakukan aktivitas pengajian dan ceramah dengan mengumpulkan jamaah Khilafatul Muslimin.

Baca juga: Polres Klaten masih Meminta Keterangan Para Saksi Terkait Perkara Khilafatul Muslimin

Sebelumnya, Wakil Presiden Ma'ruf Amin menegaskan ide khilafah yang diusung oleh kelompok Khilafatul Muslimin telah menyimpang dari sistem bernegara yang telah disepakati di Indonesia.

Dia mengatakan kelompok yang mengusung khilafah di Indonesia menyalahi kesepakatan struktural yang telah dibuat oleh para pendiri bangsa terdahulu, yakni membentuk negara berdasarkan Republik dan NKRI.

Kepolisian telah menangkap sejumlah anggota Khilafatul Muslimin di sejumlah daerah belakangan ini. Dalam pengembangan kasus, polisi menemukan sekolah terafiliasi Khilafatul Muslimin.

Polda Sulsel sebelumnya sudah menetapkan dua orang sebagai tersangka berinisial HM dan MI. Keduanya adalah ketua dan sekretaris Khilafatul Muslimin di Kabupaten Maros. Selain itu, kedua juga merupakan pimpinan Pondok Pesantren Khilafatul Muslimin di Kecamatan Mallawa, Kabupaten Maros, Sulsel.(OL-5)

BERITA TERKAIT