28 June 2022, 16:47 WIB

Butuh Tambahan 2 Juta Vaksin, Jateng Kebut Vaksinasi PMK


Akhmad Safuan | Nusantara

ANTARA
 ANTARA
Vaksinasi hewan ternak

VAKSINASI Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) hewan ternak di berbagai daerah di Jawa Tengah terus dikebut dalam sepekan ini untuk menghabiskan 75.500 dosis yang sudah digelontorkan. Jateng masih kurang dua juta dosis lagi untuk mencegah penyebaran PMK yang masih mewabah.

Pemantauan Media Indonesia Selasa (28/6) vaksinasi terhadap hewan ternak di berbagai daerah terus dikebut, sejak pagi hingga malam petugas vaksinator terus bergerak dari satu kandang ke kandang lainnya untuk memvaksin ternak yang sudah dipilih di berbagai desa dan kecamatan yang ada di 35 daerah di Jawa Tengah.

Target menghabiskan 75.500 dosis dalam sepekan ini menjadikan petugas harus bekerja keras, terutama pada daerah dengan populasi ternak cukup besarseperti Boyolali, Blora, Banyumas, Kebumen, Rembang, Pati, Semarang dan daerah lainnya yang cukup besar digelontor vaksin. "Kami harus bekerja keras menyelesaikan vaksinasi 11.000 ternak di sini,"
kata seorang petugas vaksinator di Blora.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pati Nikentri Meiningrum mengatakan percepatan vaksinasi ternak dilakukan setelah daerah ini mendapat 4.000 vaksin, diharapkan langkah ini akan dapat mencegah penyebaran PMK yang telah memapari 2.700 ekor ternak di daerah pantura timur Jateng tersebut.

Demikian juga diungkapkan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Semarang Wigati Sunu bahwa setelah mendapatkan ribuan dosis vaksin tersebut, ratusan vaksinator dikerahkan untuk mempercepat pelaksanaan vaksinasi terhadap ternak yang sudah terdata sebelumnya, diperkirakan akhir pekan mendatang sudah dapat diselesaikan.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo secara terpisah mengatakan melihat populasi ternak yang ada dan jumlah hewan yang terpapar PMK, meskipun sudah mendapatkan tambahan 75.500 dosis kebutuhan vaksin di provinsi ini masih kurang, sehingga diminta agar berbagai langkah pencegahan terus ditingkatkan.

"Jika melihat kebutuhan mendesak masih kurang, karena kebutuhan vaksin kita mencapai dua juta dosis lagi untuk dapat mengamankan ternak dari PMK," kata Ganjar Pranowo. (OL-15)

BERITA TERKAIT