28 June 2022, 15:25 WIB

Bali Dirikan Posyandu ABG Jaga Kesehatan Generasi Muda


Arnoldus Dhae | Nusantara

MI/Arnoldus Dhae
 MI/Arnoldus Dhae
Pemprov Bali membuat Posyandu Remaja yang melayani remaja mulai usia 8 hingga 18 tahun.

PEMPROV Bali melakukan terobosan di bidang kesehatan dengan program Posyandu anak baru gede (ABG) alias Remaja. Selama ini Posyandu diperuntukkan bagi balita dan ibu hamil saja.

"Sebelumnya harus diakui bahwa ide awal untuk Posyandu Remaja ada di Pemkot Denpasar sejak tahun 2018 dan pertama kali dilakukan di Puskesmas Densel IV, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar. Mereka membentuk  3 Posyandu Remaja di wilayah kerjanya yakni Posyandu Banjar Sawah, Banjar Dukuh Pesirahan dan Banjar Begawan," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Nyoman Gede Anom saat dikonfirmasi, Selasa (28/6/2022)  

Program yang baik ini akhirnya diadopsi oleh seluruh kabupaten dan kota seluruh Bali. Kini menjadi program unggulan di bidang kesehatan yang khusus melayani para remaja generasi muda Bali.

Menurut Anom, Posyandu Remaja ini khusus melayani kaum remaja saja. Mereka tidak digabungkan dengan balita dan ibu hamil. Sesuai pedoman sasaran fokus di Posyandu Remaja (Posrem), maka yang dilayani ada pada usia 10-18 tahun dengan melihat fase kritis remaja yang sangat memerlukan arahan dan binaan yang positif.

Tetapi tidak menutup kemungkinan usia lebih dari 18 tahun yang salah satunya adalah sasaran usia calon pengantin (CATIN). Saat ini sudah dilakukan di seluruh Bali. Walau belum menjangkau seluruh wilayah karena keterbatasan anggaran, Faskes dan SDM namun jangkuan yang ada saat
ini sudah ada di seluruh kabupaten di Bali dan menjadi program terobosan dalam bidang kesehatan.

Dalam Posrem, pelayanannya mengadopsi pelaksanaan Posyandu secara umum yang terdiri dari 5 meja. Meja 1 untuk registrasi atau pendaftaran, meja 2 untuk pemeriksaan tekanan darah, lingkar perut, lingkar lengan, berat badan dan sebagainya. Kemudian meja 3 untuk pencatatan hasil pemeriksaan. Dilihat hasil pemeriksaan apakah normal atau bermasalah seperti status gizi, resiko penyakit tertentu. Meja 4 untuk konseling terkait temuan hasil pemeriksaan yang bermasalah atau ada keluhan dari remaja yang memerlukan konseling lebih lanjut. Bisa juga pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) bagi remaja putri karena masalah menstruasi. Meja 5 untuk penyuluhan atau kegiatan positif yang telah disepakati bersama oleh remaja.

Kegiatan ini dilakukan secara bersama-sama. Tema penyuluhan disesuaikan dengan isu terkini atau kesepakatan dengan remaja mengenai tema yang diinginkan "Bisa juga kegiatan positif yang ingin lebih dikembangkan seperti seni megambel, tari, ketrampilan sosial membuat anyaman atau bokor dari koran, bisa juga bekerja sama dengan pelaku usaha di tempat Posyandu itu ada untuk memberikan kiat-kiat praktek, usaha membuat kerajinan tangan dan sebagainya," ujarnya. (OL-13)

Baca Juga: Terima 12.200 Dosis, Sumsel Mulai Gencarkan Vaksinasi PMK

BERITA TERKAIT