28 June 2022, 08:15 WIB

Gelar Pelatihan Penulisan Artikel, Papua Edukatif Ingin Lahirkan Penulis Andal


Mediaindonesia.com | Nusantara

Dok. Papua Edukatif
 Dok. Papua Edukatif
Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah dan Reference Manager Bagi Pemuda Papua.

SEJATINYA pemuda Papua punya banyak bakat dan kemampuan yang tidak kalah dengan saudara-saudara mereka dari daerah lain di Indonesia. Mereka hanya perlu diberi kesempatan dan pembelajaran untuk mengasah bakat tersebut. Untuk itu Gugus Tugas Papua Pemuda Katolik menyelenggarakan pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah dan Reference Manager Bagi Pemuda Papua.

Acara yang dilaksanakan melalui zoom meeting itu dihadiri ratusan pemuda Papua dari kalangan mahasiswa, aktivis dan ASN yang berada di Papua dan sekitarnya, pada Sabtu (26/6) lalu. Ketua Gugus Tugas Papua yang juga Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Melkior NN Sitokdana, mengatakan bahwa kegiatan pelatihan menulis ilmiah ini bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Papua khususnya soal tulis-menulis.

Baca juga: Pemerintah dan DPR Diminta Putuskan Keikutsertaan Daerah ...

“Kegiatan pelatihan penulisan artikel ilmiah ini juga bertujuan mempersiapkan peserta yang akan mengikuti kompetisi menulis dan presentasi esai tentang dinamika pro-kontra daerah otonomi baru yang akan dilaksanakan Gugus Tugas Papua Pemuda Katolik dalam waktu dekat,” ujar Melkior Sitokdana, yang juga akademisi Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga.

Dalam kegiatan pelatihan tersebut tampil sebagai pemateri di antaranya Theofransus Litaay selaku dosen, peneliti, dan tenaga ahli utama Kantor Staf Kepresiden Republik Indonesia. Theofransus menyampaikan materi soal teknik penulisan artikel ilmiah dan sharing pengalaman menjadi seorang peneliti.

Theofransus yang juga dosen Universitas Kristen Satya Wacana menyampaikan apresiasi atas semangat pemuda Papua mengikuti kegiatan itu. “Bagus sekali semangat adik-adik, Saya senang sekali. Saya akan mendukung kegiatan Papua edukatif,” ujarnya.

Selain itu, dosen yang juga anggota Gugus Tugas Papua Pengurus Pusat Pemuda Katolik Kurniawan Patma menyampaikan soal teknik penulisan essay dengan lebih menekankan teknik-teknik menulis essay gaya khas Papua. Mulai dari tip penulisan judul yang bernilai tambah, contohnya judul menggunakan akronim sesuai isu hangat yang terjadi di Papua.

Ada juga materi tentang reference manager menggunakan software Mendeley yang dibawakan oleh Agustinus Fritz Wijaya selaku dosen Universitas Kristen Satya Wacana. Fritz yang juga pemuda Katolik di Salatiga ini dengan penuh kesabaran melatih peserta cara menginstal Mendeley, mencari referensi di internet, mengelola situasi di Mendeley dan implementasi sitasi di Microsotf Word. Modul yang disiapkan turut membantu peserta memahami yang disampaikan.

Ketua Umum Pemuda Katolik Stefanus Asat Gusma mengapresiasi kegiatan itu. Menurut Gusma, literasi menjadi penting untuk mendongkrak kualitas SDM orang muda Papua. Ia menambahkan, harus diakui bahwa ada beberapa daerah di Indonesia masih darurat literasi. Padahal baca-tulis adalah faktor kunci bagi masyarakat untuk bebas dari belenggu kebodohan dan ketertinggalan.

“Maka apa yang dibuat Gugus Tugas Papua diharapkan bisa menghasilkan sebuah kultur baru yang diisi tidak saja lewat gagasan dan ide, tetapi praktik nyata bagi kaum muda Papua agar adanya kecakapan dalam berliterasi,” ujar Gusma.

Pihaknya meminta kaum muda Papua agar bisa lebih aktif mengakses sumber-sumber literasi sehingga mengurangi buta aksara. “Kita berharap ke depan juga lebih banyak akses sebagai sumber pendukung bagi masyarakat Papua seperti perpustakaan umum, tokoh buku, dan media massa. Selain itu adanya perangkat teknologi informasi yang bisa dimanfaatkan kaum muda Papua dalam mengakses sumber-sumber literasi,” kata Gusma. (RO/A-1)

BERITA TERKAIT