27 June 2022, 18:36 WIB

Pemprov Sumut Klaim Mampu Tekan Angka Kemiskinan


Yoseph Pencawan | Nusantara

DOK MI
 DOK MI
Ilustrasi 


PEMERINTAH Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) mengklaim mampu menurunkan angka kemiskinan meski mengalami tekanan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Sumut Naslindo Sirait mengatakan, angka kemiskinan provinsinya pada semester dua 2021 mengalami penurunan dibandingkan dengan semester pertama. "Angka kemiskinan Sumut menurun ke angka 8,49% di semester II 2021," ungkapnya, Senin (27/6).

Menurut Naslindo, peningkatan angka kemiskinan Sumut bisa diredam meski dua tahun dilanda pandemi Covid-19. Dia menyebutkan, angka kemiskinan Sumut pada semester I/2021 sebesar 9,01%. Sedangkan pada semester II/2021 sebesar 8,49%, atau mengalami penurunan 0,52%.

Secara nasional persentase kemiskinan Sumut berada di peringkat 18, berdasarkan data BPS Semester II/2021. Adapun tingkat kemiskinan secara nasional berada di angka 9,71%.

Dalam melihat kemiskinan, menurut Naslindo, persentase menjadi acuan utama, bukan jumlah penduduk miskin. Hal ini karena daerah dengan jumlah penduduk sejalan dengan jumlah penduduk miskin.

"Tidak fair melihat kalau lihat dari jumlahnya, sudah pasti provinsi dengan jumlah penduduk besar, jumlah penduduk miskinnya juga besar," terang Naslindo.

Untuk menekan angka kemiskinan, lanjutnya, Pemprov Sumut telah mengeluarkan sejumlah kebijakan. Di antaranya pemberian bantuan sosial, bantuan ke petani dan nelayan, pembangunan infrastruktur, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta pengucuran dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

"Hasilnya, Sumut ranking pertama penurun angka kemiskinan di Indonesia berdasarkan hasil data Litbang Kemendagri untuk periode September 2020-Maret 2021 (semester I)," pungkas Naslindo. (OL-15)

BERITA TERKAIT