26 June 2022, 20:29 WIB

Jelang Idul Adha, Jabar Kerahkan Tim Pemeriksa Kesehatan Hewan Kurban


Navindri | Nusantara

DOK MI
 DOK MI
Ilustrasi 

PEMPROV Jawa Barat (Jabar) mengerahkan 1.784 Tim Pemeriksa Kesehatan Hewan Kurban (TPKHK) jelang Idul Adha 2022. Hal ini dilakukan untuk memastikan hewan kurban yang disembelih berada dalam keadaan sehat dan sesuai dengan syariat Islam.

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil akhir pekan lalu mengatakan, pemeriksaan akan mulai dilaksanakan dari H-14 Hari Raya Idul Adha 1443 H. TPKHK hewan kurban ini terdiri dari unsur Pemprov Jabar, kota/kabupaten, Ikatan Dokter Hewan Jabar dan Asosiasi Obat Hewan Indonesia.

"Selain itu, tim juga terdiri dari balai veteriner dan balai inseminasi buatan, yang semuanya bekerja sama dalam satu tim untuk memastikan kurang lebih 800 ribua hewan kurban, yang tahun ini ditargetkan akan dipotong. Diharapkan kegiatan berjalan lancar sesuai dengan harapan," jelas Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil.

"Kami pastikan hewan kurban yang nanti dipotong adalah hewan kurban yang sehat dan sesuai dengan syariah. Saya memerintahkan pula TPKHK untuk memantau langsung penanggulangan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).  Berdasarkan data Pemprov Jabar, 40 persen hewan yang terdampak PMK sudah berangsur sembuh," tambahnya.

Sambil itu berjalan, ujar Kang Emil, penanggulangan PMK terus dilakukan. Setiap hari pihaknya meemvaksin hewan-hewan yang sehat, dan mengobati hewan-hewan yang sakit PMK itu 40 persen lebih sudah sembuh.

Saat ini tingkat kesembuhan naik dan partisipasi dari masyarakat juga sangat baik. Budaya menggunakan obat-obatan tradisional juga dilakukan, sehingga diharapkan dalam waktu dekat penyakit ini bisa diselesaikan.

Di sisi ,lain, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jabar M Arifin Soedjayana menuturkan, pemeriksaan kesehatan hewan kurban merupakan kegiatan rutin setiap tahun. Namun yang berbeda tahun ini, dari 1.784 petugas itu terdapat tambahan unsur personel pemeriksa. Selain dokter hewan, ada pihak peternakan Universitas Padjadjaran (Unpad), asosiasi seperti Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), Asosiasi Obat Hewan Indonesia (Asohi), dan petugas dari DKPP Jabar, penambahan unsur ini dikarenakan adanya wabah PMK. (OL-15)   

 

BERITA TERKAIT