26 June 2022, 18:29 WIB

Pemkot Bandung Akan Tambah ATM Beras


Naviandri | Nusantara

DOK MI
 DOK MI
ATM beras

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Bandung, Jawa Barat terus melakukan upaya untuk menekan angka kemiskinan. Salah satu program yang dilaksanakan untuk menekan angka stunting adalam ATM beras yang berlangsung sejak 2018.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar di Bandung Sabtu (25/6), memaparkan, sampai sekarang program ini merupakan program pendukung untuk pengentasan kemiskinan yang masih terus berjalan aktif.

"Sudah ada 30 ATM Beras di 27 kecamatan, 24 dari DKPP dan enam dari Baznas Kota Bandung. Program ATM Beras diperuntukkan khusus bagi masyarakat kurang mampu. Rencananya, kami akan menambah enam ATM lagi di  tahun ini untuk melengkapi keseluruhan kecamatan di Kota Bandung," ujarnya.

Satu unit ATM beras bisa membantu 75 kepala keluarga (KK), masing masing  KK memperoleh beras 10 kilogram setiap bulan. Satu kali pengambilan itu 2,5 kilogram per minggu atau 10 kilogram per bulan. Program ATM Beras ini akan diberikan selama satu tahun untuk masing-masing KK. Setelah itu, daftar KK lain akan dijadikan sebagai penerima bantuan ATM Beras di periode selanjutnya.

"Untuk memvalidasi data penerima manfaat ATM Beras, DKPP Kota Bandung berkoordinasi dengan pihak kewilayahan. Para penerima manfaat ini sudah harus terdaftar dalam data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS)," lanjutnya.

ATM Beras ini bukan hanya berbicara tentang pangan, tapi juga nilai toleransi. Gin Gin menyebutkan, tempat yang menjadi lokasi ATM Beras antara lain di masjid, gereja, dan kantor kelurahan. Sehingga, tidak hanya menyalurkan beras, tapi juga ada aspek edukasi yang diberikan pada masyarakat.

"Makanya kenapa ATM Beras ini kami letakkan di tempat ibadah agar warga bisa mendapatkan arahan ilmu agama sekaligus kita salurkan bantuan beras. Pembagian beras ini dilakukan selepas salat Subuh bagi warga muslim atau setelah kebaktian bagi penganut agama Kristen," terangnya.

Untuk pengisian ATM Beras diperoleh dari cadangan pangan pemerintah daerah (CPPD) dengan kategori beras premium kualitas baik. Warga juga bisa ikut memberikan sumbangan mengisi beras ke ATM Beras.

Satu penerima manfaat ATM Beras di Kelurahan Jatihandap, Suyadi, menyampaikan harapannya agar ATM ini terus berlanjut demi bisa membantu  warga kurang mampu seperti dia. "Di keluarga saya ada lima orang. Saya sangat merasa terbatu dengan adanya ATM Beras ini. Semoga terus semakin banyak sehingga bisa membantu warga-warga yang membutuhkan," kata Suyadi. (OL-15)

 

BERITA TERKAIT