26 June 2022, 16:00 WIB

Wagub Sumbar Apresiasi Gerak Cepat Kementan Siapkan Vaksin PMK


Mediaindonesia.com | Nusantara

Antara/Muhammad Arif Pribadi.
 Antara/Muhammad Arif Pribadi.
Petugas Dinas Pertanian Kota Padang memeriksa kesehatan sapi di salah satu peternakan di Padang, Sumatra Barat, Jumat (13/5).

WAKIL Gubernur Sumatra Barat (Wagub Sumbar) Audy Joinaldy memberikan apresiasi gerak cepat Kementerian Pertanian (Kementan) dalam mempersiapkan vaksin untuk penyakit mulut dan kuku (PMK). Provinsi Sumbar sendiri mendapat 4.200 dosis vaksin dari Kementan.

“Terima kasih kepada Bapak Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo atas perhatian pengendalian penyakit PMK di Sumbar dengan memberikan bantuan vaksin PMK," ujar Audy saat pelaksanaan Apel Siaga dan Rapat Koordinasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit PMK di Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumatra Barat, Kota Padang, Kamis (24/4). Ia memastikan 4.200 dosis vaksin PMK untuk Provinsi Sumbar bisa mencukupi karena prioritas vaksin tahap pertama ini untuk sekitar 700 sapi perah dan sapi di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD).

Audy menjelaskan, alasan utama menjadikan sapi perah sebagai prioritas karena memiliki nilai ekonomi tinggi. Selain itu, susunya bisa menjadi bahan olahan seperti susu konsumsi dan keju. "Insyaallah bisa tercover. Kami memprioritaskan untuk sapi perah dan sapi yang ada di UPTD ya karena nilai ekonomi untuk peternak sendiri tinggi," ucap Audy.

Masyarakat tidak perlu khawatir dengan wabah PMK, imbuhnya, khususnya di Sumbar, menjelang Hari Raya Iduladha. Selain tidak menular ke manusia, wabah PMK di Sumbar tidak terlalu parah. Dari sekitar 4.000 populasi sapi yang mati hanya 4 ekor. "Ini bukan zoonosis menular ke manusia. PMK menular sesama hewan ruminansia. Jadi masyarakat jangan khawatir menjelang Iduladha ini," tutur Audy.

Baca juga: Satu Korban Hilang dalam Kecelakaan Bus City Trans Utama

Direktur Pengolahan dan Pemsaran Hasil Peternakan Tri Mela Sari mengatakan pemerintah terus memantau pelaksanaan vaksinasi PMK yang akan disuntikan ke sapi-sapi dengan kondisi sehat dan belum pernah terjangkit PMK, khususnya yang ada di Sumbar. "Pemerintah bekerja secara bersama mengatasi PMK melalui vaksinasi," tutur Mela di hadapan Wakil Gubernur Sumatra Barat, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Kewan Sumbar, Kepala BPTU-HPT Padang Mengatas, Kepala Balai Veteriner Bukittinggi, dan Kepala Dinas dan Kota yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan se-Sumatra Barat.

Ia menyampaikan pemerintah dengan segala kemampuan yang dimiliki bersama antara Kementerian Pertanian, jajaran pemerintah provinsi, jajaran pemerintah kabupaten, dan stakeholders akan terus berupaya mengendalikan PMK dengan baik. "Untuk itu penting dilakukan sosialisasi ke masyarakat bahwa penyakit PMK tidak zoonosis. Peternak tetap harus semangat dalam memelihara ternaknya," imbuh dia.

Selain vaksinasi, pengendalian PMK dengan memperketat lalu lintas hewan, khususnya dari zona merah dan kuning. Ini dlakukan agar penyebaran virus tidak meluas. (RO/OL-14)

BERITA TERKAIT