24 June 2022, 20:03 WIB

Pemerintah Siapkan Huntara untuk Korban Abrasi Minahasa Selatan


mediaindonesia.com | Nusantara

Antara
 Antara
Warga memperhatikan rumahnya yang rusak terdampak abrasi pesisir di Minahasa Selatan.

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bahwa warga terdampak abrasi di Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, akan disiapkan hunian sementara (huntara) oleh pemerintah setempat.

"Pemerintah setempat juga diharapkan segera mengambil kebijakan untuk penyediaan lahan hunian baru (tetap) bagi masyarakat yang terdampak maupun terancam abrasi pantai," ujar Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam keterangannya, Jumat (24/6).

Baca juga: 15 Rumah dan Jembatan Amblas Akibat Abrasi di Minahasa Selatan

Terkait pelaksanaan, BNPB akan berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), sebagaimana yang telah dilakukan untuk warga terdampak Awan Panas Guguran (APG) Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur.

"Saya akan minta bantuan ke Kementerian PUPR saja biar cepat. Mereka sudah punya prototipe seperti yang sudah dilakukan untuk warga lereng Semeru," imbuhnya.

Huntara tersebut berlokasi di area Perkebunan Kelurahan Bitung (kompleks jalan menuju desa kilometer 3). Nantinya, fasilitas tersebut dihuni warga yang rumahnya terdampak abrasi dan bertahan di lokasi pengungsian.

Baca juga: Abrasi Sungai Cimanuk Ancam Puluhan Rumah di Majalengka

Selain itu, rencana relokasi pasar tradisional juga sedang disiapkan. Mengingat, lokasi pasar dekat dengan titik terdampak dan berisiko terkena bencana abrasi pantai.

Berdasarkan data yang dihimpun BNPB per Jumat (24/6), jumlah pengungsi korban abrasi sebanyak 127 KK/387 jiwa. Rinciannya, 53 KK/134 jiwa di BPBU Kelurahan Lewet, 46 KK/158 jiwa di Aula Sentrum PGA Uwuran Dua dan 28 KK/95 jiwa di rumah keluarga atau kerabat.(Ant/OL-11)

BERITA TERKAIT