24 June 2022, 18:45 WIB

Airlangga Resmikan Masjid Bertanjak Melayu di Batam


Hendri Kremer | Nusantara

Dok BP Batam
 Dok BP Batam
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto usai meresmikan Masjid Tanjak Kota Batam

MASJID Tanwirun Naja atau Masjid Tanjak senilai Rp39,9 miliar dengan
sumber pembiayaan dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di Kawasan Bandara Internasional Hang Nadim, diresmikan, Jumat (24/6). 

Peresmian dimulai sekira pukul 10.30 WIB oleh Menteri Koordinator bidang
Perekonomian, Airlangga Hartarto.

Masjid yang berbentuk Tanjak Melayu itu merupakan salah satu bangunan ikonik yang ada di Kota Batam. 

Masjid terbaru ini memiliki gaya ikat kepala atau menyerupai tanjak Melayu karena tanjak memiliki lambang kewibawaan dan identitas di kalangan masyarakat Melayu. 

Selain menjadi ikon baru Kota Batam, juga diharapkan bisa menjadi salah satu daya tarik wisatawan.

Kepala BP Batam Muhammad Rudi mengatakan pembangunan masjid ini untuk memudahkan para penumpang dan pengguna jasa Bandara. Sehingga para penumpang yang ingin berangkat melalui Bandara Hang Nadim apabila masuk waktu salat mereka bisa melaksanakan ibadah di masjid ini.

"Kalau masuk waktu salat, terutama waktu shalat Jumat, pengguna jasa
Bandara dan seluruh staff yang akan melakukan ibadah, tidak perlu lagi
ke luar area Bandara," ujarnya disela-sela acara peresmian.

Acara tersebut dihadiri turut dihadiri Gubernur Kepri Ansar Ahmad,
Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Muhammad Rudi yang juga Wali Kota Batam. Prosesi pertama peresmian ini ditandai dengan penekanan sirine dan penanaman pohon Jati Emas di belakang Mesjid itu.

Masjid 2 lantai yang dibangun di atas lahan seluas 15.797 meter persegi.
Lantai 1 dengan luas bangunan 2.094 meter persegi dan lantai 2 (mezzanine) dengan luas bangunan 468 meter persegi.

Sementara tinggi bangunan masjid mencapai 39,5 meter, kemudian tinggi menara masjid 45 meter. Lalu kapasitas jamaah pria pada lantai 1 dapat menampung sebanyak 900 jamaah dan kapasitas jamaah wanita pada lantai 2 dapat menampung sebanyak 350 jamaah.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Batam, Usman Ahmad, menyampaikan apresiasi pembangunan masjid ini. "Dengan keberadaan masjid ini sangat
menunjang untuk beribadah. Ini adalah sebagai wujud nyata bahwa mereka di mana pun berada harus menegakkan agama dengan mengerjakan salat. Ini sangat positif dan kami sangat mendukung semuanya," ujarnya. (OL-8)

BERITA TERKAIT