24 June 2022, 14:55 WIB

Politeknik Pariwisata NHI Bandung Siapkan Buku Panduan Penyediaan Akses bagi Warga Berkebutuhan Khusus


Media Indonesia | Nusantara

DOK/POLITEKNIK PARIWISATA NHI BANDUNG
 DOK/POLITEKNIK PARIWISATA NHI BANDUNG
Suasana diskusi kelompok terbatas di Kampus Politeknik Pariwisata NHI Bandung 

 

PROGRAM Studi Manajemen Konvensi dan Event, Politeknik Pariwisata NHI Bandung mengelar diskusi kelompok terbatas atau focus group discussion (FGD) terkait penyusunan buku panduan penyediaan akses bagi orang dengan kebutuhan khusus.

FGD digelar di Aula Gedung Ciremai Lt.6, Politeknik Pariwisata NHI Bandung. Narasumber dalam kegiatan itu terdiri dari pengurus DPD Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (Asperapi) Jawa Brat, DPP Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI, akademisi bidang Event dari Politeknik Negeri Bandung, Yayasan Elyakim dan Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin).

"FGD ini merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan Seminar Nasional Penelitian Event Terapan yang dilakukan Program Studi Manajemen Konvensi dan Event oleh mahasiswa dan mahasiswi yang duduk pada semester 6. Capaian dan hasil dari kegiatan FGD akan dijadikan buku panduan yang nantinya akan diterbitkan dan dipublikasikan," ungkap Bagus Githa Adhitya, tim penyaji, Jumat (24/6).

Acara FGD ini diawali dengan presentasi draft buku panduan oleh tim penyaji yang terdiri dari Bagus Githa Adhitya, sebagai dosen pembimbing, serta Maria Talia Sitepu, Risa Yosephine Lumban Tobing, Sophia Annabelle Manullang, dan Athalia Hanna Stefania Pardede.

Buku panduan itu sendiri terdiri dari 2 bagian, yaitu panduan umum dan panduan khusus. Pada panduan umum diuraikan mengenai hal-hal yang harus diperhatikan oleh penyelenggara dalam memenuhi kebutuhan fasilitas dan aksesibilitas pengunjung dengan kebutuhan khusus secara umum.

Sementara pada panduan khusus berisikan tentang hal yang harus diperhatikan dalam memenuhi kebutuhan yang sesuai dengan masing-masing kategori penyandang disabilitas.

Setelah sesi pemaparan presentasi, acara dilanjutkan dengan pemberian saran dan masukan dari para narasumber yang hadir, untuk memperkaya dan menyempurnakan isi buku panduan tersebut.

"Besar harapan kami bahwa buku panduan ini nantinya dapat bermanfaat bagi industri event, khususnya bagi para profesional event organizer (PEO) di seluruh Indonesia dalam menyelenggarakan event pameran dengan memperhatikan dan menyediakan akses maupun fasilitas bagi orang berkebutuhan khusus," lanjut Bagus.

Selain itu, tambah dia, buku panduan ini juga diharapkan dapat menghindari adanya diskriminasi secara tidak langsung terhadap orang-orang berkebutuhan khusus. "Kami berharap semua orang dapat turut menikmati event pameran tanpa batasan apapun," tandasnya.

Sejumlah narasumber dan peserta yang hadir dalam FGD itu, terdiri dari Marsianus Raga, Ketua Jurusan Perjalanan Politeknik Pariwisata NHI Bandung; Gufroni Sakaril, Ketua DPP Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia; Any Ariani, Akademisi Event Politeknik Negeri Bandung;  Billy Birlan Purnama dari Gerakan untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia, dan Indah, juru bahasa isyarat.

Hadir juga Fransisca Octi, juru bahasa isyarat; Wirya Dharma dan Martenci Hukubun dari Yayasan Elyakim; Dede Koswara.

Diskusi itu juga dihangatkan dengan kehadiran pengurus DPD Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia wilayah Jawa Barat yang dipimpin ketuanya Dede Koswara serta Sekjen Koswara. (N-2)

BERITA TERKAIT