23 June 2022, 17:31 WIB

Nurdin Halid : Golkar Sulsel Pecah dan Butuh Musdalub


Lina Herlina | Nusantara

MI/Mohammad Irfan
 MI/Mohammad Irfan
Wakil Ketua Umum DPP Golkar, Nurdin Halid

MANTAN Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin kembali ke Partai Golkar akhir Mei lalu. Hal ini disambut baik Wakil Ketua Umum DPP Golkar, Nurdin Halid. Bahkan Nurdin lah yang memakaikan Ilham kembali jaket kebesaran Golkar setelah berpindah dari Partai Demokrat.

Bagi Nurdin, Ilham adalah kader murni Golkar, dia pernah jadi Ketua DPD II Golkar Kota Makassar dan Ketua DPD I Golkar Sulsel. "Soal dia (Ilham) pernah kontrak rumah (pindah partai) itu soal lain, itu kebutuhan bukan idealisme," jelasnya.

Nurdin juga mendorong Ilham memimpin Golkar Sulsel, kendati sekarang Golkar Sulsel dibawah pimpinan Taufan Pawe yang baru satu tahun memimpin Golkar Sulsel. Alasannya, ditangan Wali Kota Parepare itu terjadi perpecahan, dan jika dibiarkan Golkar bisa mengalami kehancuran.

"Suka atau tidak suka, saat ini, Golkar sulsel sedang mengalami perpecahan, kalau terus seperti ini, dan jika terus dibiarkan pada Pemilu 2024 Golkar hancur di Sulsel," tukas mantan Ketua Umum PSSI itu.

Sehingga bagi Nurdin, saat ini Golkar Sulsel membutuhkan pemimpin yang militan, mengerti organisasi, dan taat terhadap keputusan partai. Melihat persaingan di 2024, maka Golkar membutuhkan pemimpin yang berpengalaman di partai.

Nurdin juga mengisyarakatkan, Golkar Sulsel bisa menggelar musyawarah daerah luar biasa (Musdalub). Karena katanya, hampir 2/3 peserta Musda saat Taufan Pawe terpilih sebagai Ketua Golkar Sulsel mengajukan keberatan terhadap keputusan Musda 2020 lalu.

"Sangat terbuka untuk musdalub, karena Golkar sulsel ini secara kepengurusan sah, tapi secara hukum itu masih berkasus, karena 2/3 peserta musda sudah mengajukan keberatan jika musda tidak sah. Yang jadi pertanyaannya kenapa DPP mengeluarkan SK," ungkap Nurdin.

Sehingga dia meminta agar Mahkama Partai Golkar harus segera menyidangkan gugatan tersebut. karena sudah menjadi tugasnya untuk menindaki gugatan pengurus. "Kesalahan mahkamah partai kenapa tidak disidangkan sampai sekarang. Makanya golkar Sulsel tidak bisa solid jika
tidak ada keputusan hukum," lanjut Nurdin.

Sebagai kader Golkar yang sudah bergabung sejak masih mahasiswa, Nurdin menyebutkan dirinya tidak akan biarkan golkar hancur di depan mukanya. "Harus ada konsolidasi organisasi. Ini masalah internal harus diselesaikan. Kalau ini tidak, maka itu akan berujung pada perpecahan
yang berkelanjutan. (OL-13)

Baca Juga: Pemalsuan Sertifikat Tanah, Empat Pegawai BPN Labuan Bajo Ditahan

BERITA TERKAIT