22 June 2022, 22:52 WIB

Warga Kampung Ciputat Nekat Lintasi Jembatan Rusak ala Indiana Jones


Benny Bastiandy | Nusantara

MI/Benny Bastiandy
 MI/Benny Bastiandy
Warga Kampung Ciputat Desa Salamnunggal Kecamatan Cibeber Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, nekat melintasi jembatan rusak yang hanya tinggal m

AKSI Darmawan, 40, melintasi jembatan gantung rusak yang tinggal menyisakan sling kawat baja seperti melihat adegan Harrison Ford saat membintangi film Indiana Jones and The Temple of Doom. Ya, Darmawan merupakan salah satu warga Kampung Ciputat RT 04/02, Desa Salamnunggal, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, yang cukup berani dan nekat melintasi konstruksi jembatan rusak di wilayahnya.

Jembatan Leuwinanggung. Itulah nama jembatan yang selama ini dikenal masyarakat setempat.

Awalnya, jembatan itu merupakan akses vital bagi masyarakat Kampung Ciputat saat beraktivitas. Keberadaannya bisa mempersingkat waktu tempuh ke kampung lainnya di desa dan kecamatan yang berbeda.

Seiring berjalannya waktu, kondisi jembatan yang diduga kurang perawatan itu, lambat-laun mengalami kerusakan. Berbagai materialnya pun mulai lapuk, terutama alas tempat berpijak yang terbuat dari kayu.

Kini, jembatan gantung itu tinggal menyisakan konstruksi sling kawat baja. Masyarakat pun sudah tidak menggunakannya lagi.

Namun, sebagian masyarakat yang memiliki nyali tinggi, nekat melintasi jembatan gantung rusak itu meskipun harus berjalan perlahan karena hanya mengandalkan tangan untuk pegangan dan kaki sebagai pijakan.

"Yang melintasi jembatan ini hanya yang berani dan nekat saja," seloroh Darmawan kepada wartawan, Rabu (22/6).

Darmawan mengaku nekat melintasi jembatan gantung yang rusak karena kebutuhan. Tapi ia tidak tiap hari melintasinya. "Saya mah kalau ada perlu saja karena bisa lebih dekat. Ada juga warga lain yang nekat melintasi jembatan karena kebutuhan belanja atau ada yang menggarap lahan sawah," jelasnya.

Jembatan Leuwinanggung memiliki panjang sekitar 52 meter. Ketinggiannya dari permukaan aliran Sungai Cisokan sekitar 40 meter. Jembatan merupakan penghubung dengan Desa Sukarama Kecamatan Bojongpicung.

Darmawan mengaku, saat melintasi jembatan merasakan betul terpaan angin. Ia pun kadang harus berhenti dulu saat angin bertiup kencang.

"Pas di tengah jembatan sangat terasa terpaan anginnya. Kawatnya ikut bergoyang. Kadang suka keluar keringat dingin karena ada juga sih rasa takut mah. Tapi saya pegangan erat ke kawat sambil berdoa," pungkasnya.

Sekretaris Desa Salamnunggal, Asep Sopandi, mengatakan rusaknya jembatan gantung di Kampung Ciputat sudah berlangsung cukup lama. Warga pun sudah merencanakan memperbaiki secara swadaya.

"Alas pijakan mau dipakein bambu. Sudah terkumpul bambunya. Tapi warga belum memiliki kawat untuk mengencangkan pemasangan bambunya," kata Asep.

Perbaikan itu sifatnya hanya sementara. Sebab, kata Asep, masih ada warga yang nekat melintasi jembatan meskipun harus berjalan di atas sling kawat baja.  "Sebetulnya sudah ada komunikasi dengan aparatur Desa Sukarama Kecamatan Bojongpicung. Bahkan sudah dibahas melalui Musrenbang di tingkat masing-masing desa," tuturnya.

Namun, kata Asep, kemungkinan perbaikan bukan di Jembatan Leuwinanggung. Kedua belah pihak desa rencananya akan membangun jembatan penghubung antardesa dan kecamatan di lokasi yang lain. "Kemungkinan di bagian hilir yang akan dibangun jembatannya," ucapnya. (OL-13)

Baca Juga: Pemkab Garut Pecahkan Rekor MURI Tebar Benih Ikan 7,6 Juta Ekor

BERITA TERKAIT