21 June 2022, 22:19 WIB

Pembangunan 3 Provinsi Baru di Papua Dimulai Tahun Depan


Anggitondi Martaon | Nusantara

Antara
 Antara
Aktivitas perdagangan di pasar tradisional wilayah Wamena, Papua.

PEMBAHASAN tiga payung hukum pemekaran daerah di Papua tengah dilakukan. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memproyeksikan pembangunan dimulai pada tahun depan.

"Pembahasan (3 RUU DOB) akan jalan, kita harap sesuai jadwal. Sehingga tahun depan sudah bisa akan melakukan pemekaran itu," ujar Mendagri Tito Karnavian, Selasa (21/6).

Baca juga: Mendagri Sebut Pemekaran Papua untuk Percepat Pembangunan

Menurutnya, pemekaran wilayah di Papua sangat dibutuhkan. Hal itu harus dilakukan untuk mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah timur Indonesia.

Ada sejumlah dampak pemekaran wilayah, seperti mempermudah pelayanan publik dan memangkas birokrasi.

Dia pun mencontohkan kerumitan birokrasi panjang di Papua. Seperti, orang yang tinggal di Asmat harus mengurus administrasi ke Jayapura.

Baca juga: 410 Jembatan Gantung Sudah Dibangun dalam 6 Tahun Terakhir

"Dari Bovendigul harus ke Jayapura, jauh. Dari Paniai, Intan Jaya, harus ke Jayapura semua. Dengan adanya reformasi birokrasi pendek, pengambilan keputusan akan cepat. Lebih simple, pelayanan publik akan lebih baik," pungkas Tito.

Selain itu, Tito menyampaikan kesuksesan pemekaran wilayah yang telah dilakukan. Misalnya, pembangunan di selatan Sumatra yang dimekarkan menjadi sejumlah provinsi, yakni Lampung, Jambi, Bengkulu dan Bangka Belitung.

"Dengan model ini kita replikasi di sementara tiga di Papua. Harapan kita bisa terjadi percepatan pembangunan," imbuhnya.(OL-11)

BERITA TERKAIT