21 June 2022, 12:52 WIB

Akumulasi Polutan, Kualitas Air Sungai Batang Arau Turun


Yose Hendra | Nusantara

ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra
 ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra
 Anak-anak bermain di antara sampah di Sungai Batang Arau, Padang, Sumatra Barat

SUNGAI Batang Arau sebagai sungai terbesar di Kota Padang yang juga merupakan kawasan wisata masih memiliki daya tarik yang rendah. Salah satu penyebabnya adalah kualitas air yang belum baik sebagai akibat belum optimalnya pengelolaan sanitasi di kawasan tersebut baik sampah ataupun air limbah rumah tangga. Kegiatan industri, rumah sakit, bengkel, limbah pasar merupakan sumber pencemar dari badan air Batang Arau.

Kepala DLH Kota Padang Mairizon mengatakan industri walaupun membuang limbah cairnya telah sesuai dengan baku mutu yang ditetapkan, namun karena efek dari akumulasi polutan, kualitas air Batang Arau jadi turun. Selain itu, sedimentasi dari ruang terbuka akibat alih fungsi lahan menambah kompleks permasalahan yang ada.

"Oleh karena itu, Pemko Padang terus bersinergi dengan stakeholder lokal ataupun nasional bahkan internasional untuk melakukan upaya optimalisasi kualitas Sungai Batang Arau," kata Mairizon, Selasa (21/6).

Baca juga: Kawasan Batang Arau Padang Dijadikan Pusat Jajanan Tradisional

Ia menambahkan, perubahan penggunaan lahan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Arau adalah faktor yang dapat merusak fungsi hidrologis DAS, sehingga meningkatkan erosi dan konsentrasi sedimen di DAS Batang Arau. Untuk melakukan pengendalian erosi dan sedimentasi pada DAS Batang Arau, perlu dilakukan konservasi tanah dan pembuangan sedimen. Hal ini berada di bawah wewenang Badan Wilayah Sungai V.

"Sampah-sampah yang bermuara di Sungai Batang Arau berasal dari hulu sampai hilir sungai. Untuk menjaga sungai Batang Arau dari sampah diperlukan berbagai upaya pengelolaan dari hulu hingga hilir agar Sungai Batang Arau terjaga kualitasnya," tuturnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT