20 June 2022, 11:53 WIB

Ketua DPD NasDem Kolaka Inginkan Pemilu Hindari Perpecahan


mediaindonesia.com | Nusantara

Ist
 Ist
Ketua DPD Kabupaten Kolaka, Sultra, H Yahya Darise. 

SEBAGAI partai yang memiliki konstituen cukup besar, tentu membutuhkan keseriusan dalam memilih pemimpin bagi bangsa besar Indonesia.

Menghadirkan politik yang santun tanpa ada gesekan, telah berhasil diperlihatkan partai berlambang lingkaran biru dengan siluet kunyit di tangahnya ini, dengan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Jakarta Convention Center (JCC) pada 15-17 Juni 2022.

Sekitar 6.311 peserta yang terdiri dari pengurus DPP Partai NasDem, anggota DPR RI, anggota DPRD, Ketua Dewan Pertimbangan DPW Partai NasDem, jajaran pengurus DPW dan DPD dari seluruh Indonesia, serta organisasi sayap Partai NasDem, berharap Rakernas kali ini membuahkan hasil yang disepakati bersama, yakni untuk Indonesia lebih maju dan berdaulat.

Sebanyak 34 DPW Partai NasDem telah menyerahkan sejumlah nama bakal calon presiden (capres) 2024.

“Rakernas diharapkan akan mendapatkan satu nama, yang nantinya akan diusung menjadi Calon Presiden Republik Indonesia pada pemilu 2024 mendatang. Ada lima nama yang jadi rising star, yakni Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Erick Thohir, Jenderal Andika Perkasa, dan Rachmat Gobel,” ujar H Yahya Darise, Kandidat Calon Bupati Kolaka Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (29/6). 

Baca juga: Gubernur ABN NasDem Apresiasi Panen Perdana Jagung Hibrida

Lebih jauh, dia menyampaikan bagaimana perpolitikan di Tanah Air saat ini bernuansa panas. Berita hoaks berseliweran, yang akhirnya menjadi konsumsi publik seakan itu menjadi berita-berita benar.

Menurut Yahya, perlu peran cerdas dalam menelaah setiap informasi yang timbul. Untuk itu, perlu dipahami posisi gelaran pemilu merupakan pesta demokrasi yang seharusnya menjadi hal yang menggembirakan.

“Selayaknya sebuah pesta, pemilu harus disambut dengan suka cita. Bukan ketegangan, kebencian dan sebagainya, yang akhirnya menjadi potensi perpecahan. Indonesia besar, tentu itu patut disyukuri dengan persatuan dan kesatuan bagi para masyarakatnya," terangnya.

"Kita tidak ingin Indonesia menjadi ajang adu domba, setelah kita menjalani kemerdekaan dari hasil yang tidak mudah,” papar Yahya.

Rakernas partai NasDem digelar walaupun terlihat menjadi hajatan partai, bukan berarti Partai NasDem memperjuangkan keuntungan partai semata.

Partai dibentuk dan dibangun atas dasar turut membangun Indonesia semakin jaya. Rakernas digelar tentu atas dasar semangat menelurkan gagasan-gagasan untuk Indonesia tercinta.

Perwakilan-perwakilan yang disusulkan DPD ke DPW, akan dibahas satu persatu hingga mendapatkan calon presiden terbaik versi Rakernas NasDem.

“Terlihat sederhana, namun pembahasan demi pembahasan kepada para calon, digodok secara intensif, agar matangnya calon presiden yang akan diusung oleh NasDem, sesuai dengan harapan seluruh masyarakat Tanah Air,” kata Yahya yang kini juga menjabat Ketua DPD NasDem Kabupaten Kolaka.

“Dalam Rakernas, seluruh DPW Partai NasDem mengusulkan nama-nama calon presiden ke DPP dengan jumlah minimal tiga nama dan maksimal lima nama. Usulan DPW mengenai nama-nama calon presiden dibacakan pada Rakernas saat sesi laporan DPW di rapat pleno 16 Juni 2022,” lanjutnya.

Dia juga menjelaskan, bagaimana Rakernas yang digelar ini terlihat untuk mencari nama sebagai calon presiden versi NasDem, sejatinya rakernas menjadi tolak ukur penilaian, terkait soliditas kader, bagaimana mesin partai bersiap menyambut pemilu mendatang.

“Poin utamanya, rakernas menjadi ajang studi terkait dengan mesin partai hingga ke tingkat daerah. Bagaimana mesin partai perlu dipanaskan, hingga statusnya siap terjun ke lapangan dalam rangka mencapai visi partai melalui misi-misi yang telah ditetapkan dalam AD ART partai NasDem,” katanya.

“Rakernas ini ajang konsolidasi kader. Kita memahami bagaimana pandemi Covid-19 telah menghantam perekonomian Indonesia, sehingga bising perpolitikan ikut berbunyi di tengah kondisi virus yang merajalela. Kami memahami ini, untuk itu partai NasDem ingin hadir memberikan jalan keluar, melalui pemenangan pemilu ke depan,” tegasnya.

Akhirnya berdasarkan hasil keputusan, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengumumkan tiga nama calon Presiden usungan NasDem yang merupakan pilihan langsung dari rapat Internal DPW seluruh Indonesia dalam Rakernas Nasdem di JCC, Jakarta Pusat, Jumat (17/6). 

Ketiga nama itu yakni Gubernur DKI Anies Baswedan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa. 

"Saya coba buka rekomendasi yang ditujukan kepada saya, dengan amanah rakernas ini memutuskan menetapkan rekomendasi nama-nama bakal capres RI yang akan diusung oleh partai NasDem di 2024 mendatang dari tiga nama, dua nama ini adalah pilihan saudara, saya harus ingatkan tidak ada yang kurang nilainya sama di mata DPP, kualifikasinya sama," ujar Yahya yang mengutip pernyataan Ketum Nasdem Surya Paloh. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT