17 June 2022, 23:14 WIB

Kolaborasi VKTR dan Jasa Sarana akan Wujudkan Bus Listrik di Wilayah Bandung Raya


Mediaindonesia.com | Nusantara

Dok. Jasa Sarana
 Dok. Jasa Sarana
Penandatangan nota kesepahaman antara PT VKTR Teknologi Mobilitas dengan PT Jasa Sarana

EKOSISTEM kendaraan listrik terus diperkuat di Indonesia, terutama di level daerah. Hal itu terlihat dari penandatangan nota kesepahaman Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jawa Barat, PT Jasa Sarana dengan PT VKTR Teknologi Mobilitas, anak usaha PT Bakrie & Brothers yang bergerak di di bidang manufaktur elektrifikasi transportasi dan ekosistem telematika, Jumat (17/6).

Nota kesepahaman yang ditandangani Direktur Utama VKTR Teknologi Mobilitas Gilarsi W Setijono dan Direktur Utama Jasa Sarana Hanif Mantiq itu, akan melaksanakan program elektrifikasi bus sebagai sarana transportasi publik di kawasan Bandung Raya yang meliputi Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, dan sebagian Kabupaten Sumedang.

“Kerja sama ini nantinya termasuk penyelenggaraan studi kelayakan, pengumpulan data, pengadaan sarana bus listrik, dan infrastruktur kelistrikan yang terkait dengan elektrifikasi bus, dan potensi lainnya yang dapat disinergikan dan dikerjasamakan,” kata Gilarsi usai pendatanganan nota kesepahaman.

Menurut Gilarsi, populasi lalu lintas di Bandung Raya telah mengalami peningkatan yang cukup signifikan sehingga mengakibatkan pelbagai masalah, antara lain kemacetan dan emisi karbon yang tinggi. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui PT Jasa Sarana, berinisiatif untuk mengembangkan bus rapit transit (BRT) di wilayah Bandung Raya.

“Alhamdulillah, VKTR berada di garda depan untuk mendukung dan menjadi bagian dari langkah besar Pemprov Jawa Barat dalam proyek pengembangan BRT, khususnya untuk elektrifikasi transportasi umum di Bandung Raya,” terang Gilarsi.

Saat ini, banyak potensi elektrifikasi transportasi yang bisa digarap di Bandung Raya. Berdasarkan data, saat ini moda transportasi paling banyak di Bandung Raya adalah angkot, yang jumlahnya mencapai 95 persen dari keseluruhan moda transportasi umum. 

Baca juga : BNPB Salurkan Bantuan Rp500 Juta Bagi Pengungsi Bencana di Minahasa Selatan

“Ini merupakan peluang dan potensi yang sangat besar bagi kedua belah pihak untuk ke depannya bekerj asama melakukan ‘repowering’ atau mengubah angkot yang bermesin bensin ini menjadi angkot listrik. Dengan begitu, armada lama tidak terbuang sekaligus cita-cita pengurangan emisi karbon juga tercapai,” jelasnya.

Direktur Utama PT Jasa Sarana Hanif Mantiq mengatakan, tahun lalu sejak ditunjuk oleh Gubernur Jawa Barat untuk melaksanakan proyek BRT, pihaknya terus menerus melakukan studi dan peluang kerja sama dengan berbagai pihak. Studi banding dan eksplorasi kerja sama telah dilakukan, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, untuk mewujudkan BRT Bandung Raya ini.

“Dengan adanya elektrifikasi transportasi BRT di wilayah Bandung Raya ini, kami berharap emisi karbon menurun signifikan, dan menciptakan daya tarik tersendiri bagi masyarakat, untuk kemudian beralih dari transportasi kendaraan pribadi ke moda transportasi umum,”lanjutnya.

Hanif menambahkan, kerja sama itu juga merupakan peluang kolaborasi yang sarat potensi positif, guna menunjang ketercapaian sasaran Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan Kabupaten/Kota.

"sehingga cita pelestarian lingkungan dapat terjaga optimal," pungkas Hanif. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT