16 June 2022, 16:24 WIB

19.013 Pelanggan Listrik di Babel Terdampak Penyesuaian Tarif


Rendy Ferdiansyah | Nusantara

MI/Rendy Ferdiansyah
 MI/Rendy Ferdiansyah
Manager Customer Exprience PLN UIW Babel Reza Fauzan saat diwawancarai wartawan. 

PERUSAHAAN Listrik Negara (PLN) Unit Induk Wilayah (UIW) Bangka Belitung (Babel) menyebutkan ada 19.013 pelanggan listrik yang terdampak penyesuaian tarif listrik.

Reza Fauzan. Manager Customer Exprience PLN UIW Babel, mengatakan PLN Babel siap melaksanakan keputusan Pemerintah yang akan menyesuaikan tarif tenaga listrik kepada pelanggan rumah tangga mampu non subsidi golongan 3.500 va keatas (R2 dan R3) dan golongan pemerintah (P1,P2 dan P3) mulai 1 juli mendatang.

Terkait hal itu. Ia menyebutkan dari 522.379 pelanggan listrik di Babel. Ada sekitar 19.013 pelanggan yang terdampak penyesuaian tarif ini.

"Rincianya 15.980 pelanggan adalah tarif R2 dan R3 sedangkan 3.033 pelanggan tarif P,"kata Reza dalam konfrensi pers bersama media di Pangkalpinang. Rabu (16/6).

Dirinya kembali merincikan untuk perkabupaten/kota yang terdampak Bangka 3912 pelanggan. Belitung 2628 pelanggan. Bangka barat 1395 pelanggan. Bangka tengah 2518 pelanggan dan Belitung timur 1131 pelanggan.

"Pelanggan terdampak banyak di Pangkalpinang yakni 5217 pelanggan karena orang mampu alias kaya dengan daya tersebut banyak di pangkalpinang," ujarnya.

Baca juga: Hujan Masih Guyur Babel, Warga Diminta Waspada Bencana Banjir

Ia mengaku penyesuaian tarif terhadap pelanggan rumah tangga 3500 Va keatas pada triwulan ke tiga tidak akan memberikan dampak siginifikan bagi perekonomian khususnya di Babel.

Sementara. Senior menager keuangan, komunikasi dan umum PLN UIW Babel Sapta Hidayat Nurdin mengaku penyesuaian tarif listrik ini dilakukan guna mewujudkan tarif listrik yang berkeadilan dimana kopensasi diberikan kepada masyarakat yang berhak, sementara masyarakat mampu membayar listrik sesuai keekonomian.

Bagi pelanggaan yang terdapak, jika keberatan dengan penyesuaian tarif itu. Dipersilahkan turun daya.

"Kalau sudah turun daya mau naik lagi akan di kenakan biaya kembali. Tapi saran kami tidak usah turun daya. Lakukan pemakaian listrik secara bijak agar hemat,"ucap sapta.(RF/OL-09))

BERITA TERKAIT