16 June 2022, 14:58 WIB

Beberapa Jenis Sembako Turun Harga, Cabai Tetap Bertahan Tinggi


Akhmad Safuan | Nusantara

MI/Apul Iskandar
 MI/Apul Iskandar
Cabai Merah keriting.

HARGA kebutuhan pokok (sembako) di berbagai daerah di Jawa Tengah berangsur turun, namun harga cabai masih menjadi produk pertanian termahal. Karena stok berkurang sebagai dampak cuaca yang belum membaik.

Pemantauan Media Indonesia Kamis (16/6) harga sembako di beberapa pasar tradisional di daerah pantura Jawa Tengah seperti Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak dan Salatiga berangsur turun dibandingkan sebelumnya, pasar bergerak positif meskipun harga cabai masih tertinggi.

Harga cabai di pasaran cukup bervariasi tergantung pada jenisnya dengan rekor tertinggi masih dipegang oleh cabai rawit merah Rp91.250 per kilogram, rawit biasa Rp81.250, merah keriting Rp76.250, merah besar dan rawit hijau Rp71.250 per kilogram.

Warga mulai dapat berlega hati karena beberapa barang kebutuhan secara berangsur turun seperti minyak goreng curah turun dari Rp17.500 menjadi Rp15.750 per liter, telur ayam ras turun dari Rp28.000 menjadi Rp27.500 per per kilogram, bawang merah turun dari Rp61.000 menjadi Rp56.750 per kilogram.

Sementara itu beberapa kebutuhan pokok jenis lain tetap bertahan yakni beras berkisar Rp10.000-Rp13 400 per kilogram, bawang putih Rp36.250 per kilogram, daging ayam potong Rp35.500 per kilogram, daging sapi Rp136.000 per kilogram dan gula pasir Tp14.650 per kilogram.

''Harga sudah mulai membaik, beberapa jenis kebutuhan turun dan bertahan, tapi cabai masih tetap tertinggi,'' kata Supartiningsih, 65, grosir cabai dan bawang di Pasar Johar Semarang.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Semarang Hernowo Budi Luhur mengatakan terjadinya kenaikan beberapa komoditas hasil pertanian dan petever saat ini karena cuaca yang cukup ekstrem dengan curah hujan cukup tinggi dan angin kencang  serta udara dingin terjadi di daerah pertanian di Jawa Tengah.

Selain itu juga terjadi serangan penyakit jamur terutama untuk tanaman cabai, lanjut Hernowo Budi Luhur, serta beberapa daerah sedang musim tanam sehingga jumlah pasokan barang hasil pertanian seperti cabai dan bawang merah berkurang. ''Secara berangsur akan kembali normal setelah pasokan bertambah,'' imbuhnya.

Hal serupa juga diungkapkan Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kota Pekalongan Junaenah, faktor cuaca menjadi salah satu penyebab masih tingginya harga cabai, karena berdampak penurunan hasil panen di beberapa sentra pertanian sementara kebutuhan cukup besar. ''Stok yang ada berkurang dan kebutuhan tetap tinggi, faktor cuaca ini menjadikan penurunan produksi beberapa jenis hasil pertanian,'' ungkap Junaenah. (AS/OL-10)

BERITA TERKAIT