16 June 2022, 13:10 WIB

Pasar Hewan Ditutup, Pedagang Jual Ternak Langsung dari Kandang


Tosiani | Nusantara

MI/Tosiani
 MI/Tosiani
Pasar Hewan Sokaraja di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah ditutup selama tiga pekan untuk menghindari penularan penyakit mulut dan kuku (PMK) 

PASAR Hewan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, ditutup selama sekitar tiga pekan untuk mengantisipasi penularan penyakit mulut dan kuku (pmk). Namun, karena permintaan hewan untuk keperluan kurban pada hari Raya Idul Adha cenderung tinggi, para pedagang sapi terpaksa menjual ternak langsung dari kandang.

Pasar Hewan Sokaraja ditutup sejak 4 Juni. Rencananya pasar hewan baru akan dibuka kembali pada Sabtu (24/6).

Ridho, 48, salah seorang pedagang sapi asal Desa Pamijen, Kecamatan Purwokerto Timur, mengaku kebanjiran permintaan sapi untuk hewan kurban. Namun karena pasar hewan tutup maka ia menjual langsung dari kandang.

"Biasanya saya berjualan di Pasar Hewan Sokaraja tiap hari Sabtu. Namun karena pasar ditutup untuk mengantisipasi penularan PMK, saya menjual sapi langsung dari kandang di daerah Pamijen," kata Ridho, Kamis (16/6).

Ridho menceritakan, pada hari biasa ia hanya menjual sapi rata-rata 3-4 ekor per minggu pada pelanggannya. Namun sejak tiga pekan terakhir ini, permintaan sapi makin tinggi, kebanyakan untuk keperluan kurban. Dalam sepekan, ia bisa menjual rata-rata 10 ekor.

Baca juga: Boyolali Perpanjang Penutupan Lima Pasar Hewan Selama 10 Hari

Adapun harga jual sapi saat ini antara Rp20-23 juta per ekor dengan ukuran berat 300-400 kilogram (kg). Harga tersebut mengalami kenaikan dari saat kondisi normal yakni di kisaran Rp18,5-19 juta per ekor ukuran berat 300-400 kg.

"Sapi yang laku terjual langsung diberi vaksin agar terhindar dari penyakit mulut dan kuku. Aturannya memang satu sampai dua bulan sebelum dipotong harus sudah divaksin," tuturnya.

Semula Ridho mendapat pasokan sapi dari daerah Jawa Timur. Namun, dengan adanya PMK, ia mencari ternak hanya dari daerah Jawa Tengah, seperti Blora, Kebumen, dan sekitar Banyumas.(OL-5)

BERITA TERKAIT