16 June 2022, 11:56 WIB

Sumbar Kembali Ekspor Cicak Kering


Yose Hendra | Nusantara

ANTARA/Muhammad Arif Pribadi
 ANTARA/Muhammad Arif Pribadi
Petugas Balai Karantina Pertanian Kelas I Padang memperlihatkan cicak kering sebelum diekspor ke Hong Kong.

KOMODITAS cicak kering asal Sumatra Barat (Sumbar) menjadi primadona untuk diekspor ke luar negeri. Kali ini, sebanyak 670 kilogram komoditas cicak kering tersebut kembali diekspor ke Hong Kong, Rabu (15/6).

Sebelum dilakukan pengiriman ke Hong Kong, sebanyak 25 koli cicak kering tersebut diperiksa oleh Karantina Pertanian Padang melalui Wilayah Kerja Bandara Internasional Minangkabau.

Kepala Balai Karantina Pertanian Padang Iswan Haryanto menjelaskan media pembawa dengan kondisi fisik baik, jumlah sesuai dengan permohonan, demikian juga dengan kemasannnya yang utuh sehingga dapat dilakukan sertifikasi dengan menerbitkan sertifikat karantina berupa Surat Keterangan untuk Bahan Asal Hewan (KH-12).

Baca juga: Harga Cabai Di Kota Padang Makin Menggila

Ia mengaku senang dan bangga dengan keuletan para pengusaha cicak kering ini.

"Akhirnya cicak kering dapat kembali diekspor ke Hong Kong. Saya cukup senang dan bangga kepada pengguna jasa, karena bisa dapat melihat peluang untuk cicak yang bisa diekspor. Ini termasuk jarang dan unik. Selain itu, di Sumbar juga punya potensi ekspor sarang burung walet. Karena sudah banyak peminatnya," ungkap Iswan Haryanto.

Ia pun menambahkan, untuk para pengguna jasa jika ingin mengekspor komoditas hewan maupun tumbuhan jangan lupa untuk memenuhi syarat perkarantinaan. Untuk menjaga adanya penyakit pada media pembawa  tersebut.

"Jadi, untuk kali ini, ekspor cicak kering meningkat dua kali lipat yang sebelumnya 330 Kg, sekarang mencapai 670 Kg. Cicak kering ini di Hong Kong dipercaya oleh masyarakat di sana untuk obat herbal Tiongkok yang bisa menyembuhkan penyakit," pungkasnya. (OL-1)

BERITA TERKAIT