16 June 2022, 11:40 WIB

Nelayan Setop Melaut, Harga Ikan Segar di Kupang Naik 200%


Palce Amalo | Nusantara

MI/Lilik Darmaswan
 MI/Lilik Darmaswan
Nelayan menunda melaut karena cuaca buruk mengakibatkan harga ikan segar melonjak di Kupang, NTT.

HARGA ikan segar di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Oeba, Kelurahan Fatubesi, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) melonjak, Kamis (16/6).

Harga ikan kakap merah ukuran besar melonjak sampai Rp250 ribu per ekor dari harga normal Rp150 ribu per ekor. Untuk kakap merah ukuran sedang dijual sebesar Rp150 ribu per ekor dari harga sebelumnya Rp80 ribu per ekor. Selain harga melonjak, stok ikan jenis ini juga terbatas.

"Banyak nelayan tidak melaut karena cuaca buruk dan bulan purnama seperti saat ini, biasanya tangkapan mengalami penurunan," kata Albertus, pedagang ikan di pasar tersebut.

Sesuai pantauan, banyak lapak pedagang tutup karena tidak menerima pasokan ikan dari nelayan. Selain kakap, ada juga ikan tembang yang dipasok oleh pedagang ikan antarpulau dari Flores.

Harga ikan tembang pun melonjak. Satu boks yang berisi ikan tembang dijual seharga Rp600 ribu, atau naik mencapai 200%. "Sebelum naik harga, harga ikan tembang per boks sebesar Rp200 ribu," kata Deny, pedagang ikan.

Harga mahal tidak membatasi pedagang ikan antarkabupaten untuk berjualan, seperti Deny yang setiap pagi memasok ikan untuk kebutuhan warga dan rumah makan di Kabupaten Malaka.

"Saya rutin menjual ikan ke Malaka, berangkat pagi dari Kupang dan tiba di sana pada sore hari. Hari ini saya bawa 24 boks," katanya. Di Malaka, satu boks ikan dijual seharga Rp675.000 dan biasanya habis terjual dalam beberapa jam.

Pedagang lainnya, Marius yang menjual ikan untuk warga di Kecamatan Amarasi Timur, Kabupaten Kupang seharga Rp20 ribu per kumpul yang dikemas dalam plastik. Satu kumpul berisi sekitar 15 ekor ikan tembang.

Sementara itu, Stasiun Maritim Tenau Kupang memperingatkan warga dan nelayan mengenai potensi rob melanda pesisir daerah itu mulai 16-17 Juni 2022. Rob disebabkan pengaruh dari aktivitas astronomi yakni fase bulan  purnama (super full moon). Saat ini posisi bulan berada pada jarak
terdekat dengan bumi. Hal ini dapat menyebabkan potensi maksimum,  kondisi gelombang tinggi, dan angin kencang dapat memengaruhi dinamika pesisir berupa potensi rob. (OL-13)

Baca Juga: KPK Tegur Pemprov Kalsel karena Realisasi PAD Rendah, BPKP Sarankan Ini

BERITA TERKAIT