14 June 2022, 20:49 WIB

Ratusan Sapi di Donggala Mati Mendadak, Diduga Terjangkit Parasit Darah


M Taufan SP Bustan | Nusantara

ANTARA FOTO/Muhamad Hamzah
 ANTARA FOTO/Muhamad Hamzah
Ilustrasi sapi

WARGA di Donggala, Sulawesi Tengah, dibuat heboh dengan adanya penemuan ratusan hewan ternak jenis sapi mati mendadak di kabupaten itu. Salah satu warga Donggala, Arlin Safar, mengatakan, sapi mati mendadak di Donggala sudah terjadi sejak awal Mei 2022 hingga Juni 2022.

"Terakhir, minggu lalu kalau tidak salah itu ada empat ekor sapi teman yang juga mati mendadak. Dari laporan beberapa teman-teman peternak, sudah mau ada 120-an sapi yang mati," kata Arlin kepada Media Indonesia saat ditemui di Palu, Selasa (14/6).

Menurut Arlin, sapi yang mati mendadak tersebut belum diketahui secara pasti penyebabnya. Namun, banyak peternak khususnya yang berada di wilayah Kecamatan Banawa Selatan sampai Kecamatan Rio Pakava menduga sapi-sapi tersebut mati karena terjangkit penyakit.

"Katanya sapi-sapi mati itu karena penyakit parasit darah. Cuman belum dipastikan juga," imbuhnya.

Terpisah, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Veteriner Dinas Perkebunan dan Peternakan Sulteng Erwin Huruji mengaku telah menerima laporan ratusan ternak mati mendadak di Donggala. Seusai menerima laporan tersebut, lanjutnya, sudah diambil langkah antisipasi dengan melakukan pemeriksaan dan pengambilan sampel.

"Saat ini masih dilakukan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab penyakit yang menginfeksi ternak tersebut sehingga mati," ucap Erwin.

Baca juga: Vaksinasi PMK Darurat Perdana Dilakukan pada Sapi Peternak Sidoarjo

Berdasarkan informasi sejumlah peternak di Donggala, sapi tersebut mati mendadak karena terjangkit penyakit. Erwin menilai, hal itu bisa saja menjadi penyebab. Terlebih berdasarkan laporan ternak yang mati tersebut merupakan ternak yang dilepasliarkan di areal perkebunan sawit milik perusahaan.

"Ada dua kemungkinan penyebab kematian mendadak sapi-sapi itu. Bisa jadi karena racun akibat pemupukan sawit dan terkena parasit darah yang vektornya disebarkan oleh lalat sesuai dugaan sejumlah peternak," tukasnya. (OL-5) 

BERITA TERKAIT