14 June 2022, 16:29 WIB

Bertambah, Hewan Ternak yang Terpapar PMK di Kabupaten Cirebon


Nurul Hidayah | Nusantara

MI/Nurul Hidayah.
 MI/Nurul Hidayah.
Seorang petugas tengah memeriksa sapi yang akan dijual sebagai hewan kurban di kawasan Kalijaga, Kota Cirebon, beberapa waktu lalu.

HEWAN ternak yang terpapar penyakit mulut dan kaki (PMK) kembali bertambah di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Ini ditemukan petugas saat memeriksa hewan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Asep Pamungkas menjelaskan petugas mereka kembali menemukan hewan ternak yang terpapar PMK. "Jumlah yang terpapar bertambah," tutur Asep, Selasa (14/6).  

Total hewan ternak yang terpapar PMK di Kabupaten Cirebon mencapai 895. Jumlah tersebut terdiri dari 814 sapi dan 81 kerbau.

Sebelumnya, jumlah hewan ternak yang terpapar PMK di Kabupaten Cirebon mencapai 748 yang terdiri dari 702 sapi dan 46 kerbau. Hewan ternak yang terpapar PMK tersebar di sejumlah kecamatan. 

Penyumbang temuan kasus PMK terbanyak berada di Kecamatan Gunung Jati, Kecamatan Tengah Tani, dan Kecamatan Arjawinangun. Untuk hewan ternak yang terpapar PMK akan dipisahkan dari yang sehat. 

Namun, ia mengakui mereka kesulitan melakukan isolasi sapi yang terjangkit PMK. "Ini karena jumlah dan luas kandang ternak di Kabupaten Cirebon terbatas," tutur Asep. 

Baca juga: Pemkab Tasikmalaya Gelontorkan Rp81 Miliar Menuju Kabupaten Layak Anak

Karena itu, sapi dan kerbau yang terjangkit PMK hanya ditempatkan agak jauh dengan sapi lain tetapi masih di kandang yang sama. Selanjutnya sapi yang sakit juga akan mendapatkan vitamin dan obat yang sesuai dengan gejala yang mereka alami. 

Hanya, stok obat yang dimiliki instansinya kini justru telah habis. Mereka pun menggunakan bantuan obat dari Pemprov Jabar yang jumlahnya juga terbatas.

Pemkab Cirebon berencana membantu obat-obatan untuk menangani hewan ternak yang terpapar PMK. Asep juga berharap anggaran untuk keperluan tersebut segera turun. (OL-14)

BERITA TERKAIT