14 June 2022, 16:26 WIB

Vaksinasi PMK Darurat Perdana Dilakukan pada Sapi Peternak Sidoarjo


Heri Susetyo | Nusantara

ANTARA FOTO/Umarul Faruq
 ANTARA FOTO/Umarul Faruq
Vaksinasi ternak untuk PMK

DIREKTORAT Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian mulai melakukan vaksinasi perdana penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak sapi di Kabupaten Sidoarjo, Selasa (14/6).

Sapi-sapi yang mendapat suntikan vaksinasi perdana adalah milik Afandi, 52, peternak sapi di Dusun Tanjunganom, Desa Tanjungsari, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo. Dari 18 ekor sapi milik Afandi, ada 13 ekor yang disuntik vaksinasi dosis pertama.

"Tidak semua divaksin karena ada yang hamil dan ada pula yang bulan depan untuk kurban," kata Afandi.

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Nasrullah mengatakan sapi yang divaksin adalah sapi sehat yang tidak terkena PMK. Sementara sapi yang terpapar PMK baru bisa divaksin menunggu sembuh atau sekitar enam bulan setelah terpapar.

"Jadi yang sakit PMK akan dilakukan pengobatan terlebih dulu hingga sembuh," kata Nasrullah.

Menurut Nasrullah, vaksinasi perdana ini adalah darurat karena melihat penularan PMK yang meluas. Vaksinasi ini dilakukan dengan tujuan utama mengerem atau mencegah penularan PMK tersebut.

Baca juga:  Hari ini Vaksinasi PMK Secara Nasional dimulai di Jawa Timur

Prioritas vaksinasi perdana ini ada di 18 provinsi di Indonesia yang data angka penularan PMK cukup tinggi. Namun ke depan, vaksinasi akan dilakukan terhadap semua ternak sapi di Indonesia. Termasuk ternak kambing atau domba.

"Vaksinasi ini untuk memberi kekebalan ternak-ternak yang tidak terkena PMK," imbuhnya.

Vaksinasi akan dilakukan bertahap sebanyak dua dosis. Vaksinasi dosis kedua dilakukan setelah sekitar sebulan dari vaksinasi dosis pertama. Data ternak yang divaksin sudah ada di Crisis Center Nasional pusat. Data tersebut dari data provinsi secara sistem. Lalu, data provinsi masuk dari data petugas di kabupaten dan kecamatan.

Namun, karena vaksinasi ini darurat, jumlah atau stok vaksin yang tersedia juga masih terbatas. Sebab pengiriman atau penyimpangan vaksin juga membutuhkan alat pendingin harus di bawah 2 derajat celcius. Meskipun begitu vaksinasi akan dilakukan massif secara bertahap di semua wilayah.(OL-5)

BERITA TERKAIT