13 June 2022, 16:47 WIB

Penyaluran BLT Dana Desa di Cianjur Tetap Berlangsung


Benny Bastiandy/Budi Kansil | Nusantara

DOK MI
 DOK MI
Ilustrasi 

PENYALURAN bantuan langsung tunai (BLT) yang dianggarkan dari dana desa tahun ini di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, hingga sekarang masih berlangsung. Para penerimanya merupakan warga kurang mampu yang terdampak pandemi covid-19.

Kepala Desa Sindanglaka Kecamatan Karangtengah, Asep Kurtubi, menuturkan sesuai surat edaran dari Kementerian Desa dan PDTT, skema pengalokasian dana desa dialokasikan untuk beberapa kegiatan. Rinciannya, 40% dialokasikan untuk bantuan langsung tunai, 20% untuk ketahanan pangan, 8% untuk penanganan covid-19, dan sisanya 32% untuk pemberdayaan masyarakat.

"Tahun ini dana desa yang diterima Desa Sindanglaka sebesar Rp1.068.000.000," kata Kurtubi, Senin (13/6).

Di Desa Sindanglaka terdapat sekitar 120 keluarga penerima manfaat (KPM) yang mendapatkan BLT dana desa. Penyalurannya dilakukan sebanyak 12 kali selama satu tahun. "Hingga saat ini baru salur kelima dari total 12 kali penyaluran," tuturnya.

Mengacu aturan dari pemerintah pusat, kata Kurtubi, sejatinya KPM BLT dana desa harus orang yang sama. Namun teknis di lapangan, Kurtubi berinisiatif KPM BLT dana desa disalurkan kepada penerima yang berbeda dengan alasan agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial bagi warga kurang mampu lainnya.

"Menurut aturan pemerintah, satu tahun full orangnya itu-itu juga. Tapi memang karena ini teknis, yang namanya di lapangan, pusat itu enggak tahu. Dengan berbagai pertimbangan, per tiga bulan saya ganti KPM-nya," bebernya.

Kurtubi tak memungkiri kerap mendapat masukan, keluhan, hingga desakan agar warga kurang mampu lain yang tak terdata, bisa tercatat sebagai penerima BLT dana desa. Setelah melalui proses rembuk desa dengan melibatkan berbagai elemen pemerintahan desa, termasuk RT dan RW, disepakati ada pergantian penerima BLT dana desa.

"Karena ini (penerima BLT dana desa) selektif, saya juga sudah berkoordinasi dengan RT dan RW. Jadi per tiga bulan kami ganti penerima BLT dana desa. Jadi kalau ditotal, ada 480 orang KPM BLT dana desa. Semua sesuai kesepakatan," tegasnya.

Dana desa yang diterima Desa Sindanglaka tahun ini sebesar lebih kurang Rp1.068.000.000. Besarannya naik dibanding tahun lalu yang sekitar Rp974 juta. "Pencairannya baru tahap pertama dari tiga kali tahapan pencairan," pungkasnya. (OL-15)

 

BERITA TERKAIT