13 June 2022, 09:19 WIB

Kota Surabaya Dilanda Banjir


Basuki Eka Purnama | Nusantara

ANTARA/Dokumentasi Warga Surabaya/Ulum
 ANTARA/Dokumentasi Warga Surabaya/Ulum
Kawasan Jalan Panjaringan di Kecamatan Rungkut, Kota Surabaya, Jawa Timur, tergenang setelah hujan deras turun pada Senin (13/6).

HUJAN deras telah menyebabkan banjir dan mengakibatkan beberapa bagian wilayah Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur, tergenang, Senin (13/6) pagi.

Banjir antara lain menggenangi permukiman warga di bagian wilayah Kecamatan Rungkut dan Gunung Anyar di Kota Surabaya.

"Pagi tadi, saya bangun ternyata air sudah masuk rumah," kata Andik, warga daerah Medayu Utara di Rungkut, saat menguras genangan air dari dalam rumahnya.

Baca juga: Harga Kebutuhan Pokok Di Surabaya Makin Melambung

Air hujan masih bisa masuk ke rumah Andik meskipun dia sudah meninggikan dasar bangunan rumahnya tiga tahun lalu dan pada akhir tahun lalu gorong-gorong dipasang di depan rumahnya.

"Air tetap masuk rumah. Masak saya harus meninggikan rumah lagi," keluh Andik sambil memegang kepalanya.

Selain menggenangi permukiman warga, banjir menyebabkan kawasan Jalan Pandugo dan Jalan Panjaringan di wilayah Kecamatan Rungkut tergenang air sampai setinggi sekitar setengah meter, membuat kendaraan susah lewat dan menyebabkan beberapa kendaraan mogok.

Di bagian wilayah Kecamatan Gunung Anyar, banjir menyebabkan permukiman tempat Rokim tinggal tergenang.

"Hujan tidak berhenti berhenti, akibatnya air masuk rumah," kata Rokim.

"Kalau seperti ini warga tidak bisa aktivitas. Padahal saya harus kerja pagi ini," tambahnya.

Dia berharap Pemerintah Kota Surabaya bergerak cepat memfungsikan rumah pompa untuk menyedot air yang menggenangi jalan dan permukiman warga.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya Ridwan Mubarun mengatakan personel BPBD telah dikerahkan untuk menangani dampak banjir di bagian wilayah Surabaya.

Ini sedang penanganan," kata Ridwan.

Menurut Ridwan, pompa air milik Pemerintah Kota Surabaya telah dihidupkan semua untuk menangani genangan air akibat banjir.

Namun, ia melanjutkan, air yang disedot dari daerah yang kebanjiran tidak bisa langsung dibuang ke laut karena air laut sedang pasang. (Ant/OL-1)

BERITA TERKAIT