12 June 2022, 19:18 WIB

Harga Cabai Rawit di Palu Terus Meroket


M. Taufan SP Bustan | Nusantara

Antara
 Antara
Pedagang cabai rawit menunggu pembeli di Pasar Manonda, Palu, Sulawesi Tengah.

HARGA cabai rawit di Palu, Sulawesi Tengah, terus mengalami kenaikan. Warga pun mengeluhkan lonjakan harga tersebut.

Pantauan di Pasar Tradisional Inpres Manonda (PTIM) Palu, harga cabai rawit sudah menembus angka Rp90 ribu per kilogram (kg).

Kenaikan harga ini begitu cepat, karena tiga hari sebelumnya bertahan di sekitar Rp60 ribu per kg.

“Pokoknya sebulan ini sudah mau ada empat kali naik ini harga cabai rawit,” ungkap seorang warga Palu, Mila Wati, Minggu (12/6).

Baca juga: Banjarnegara Pasok Belasan Ton Cabai Merah Keriting dan Cabai Rawit Hijau ke Jabodetabek

Menurutnya, harga cabai rawit di Palu sudah sangat mahal. Bahkan, hampir menyamai harga daging sapi yang dijual Rp100 ribu per kg.

“Sudah mahal ini. Tadi cuman beli Rp10 ribu, mungkin hanya ada 30 biji cabai rawit saking mahalnya,” imbuh Mila.

Warga Palu lainnya, Nur Fajriah, berharap pemerintah segera menggelar pasar murah cabai rawit. Sehingga, bisa meringankan beban warga terhadap kebutuhan pokok.

Baca juga: Harga Cabai Rawit masih Bertahan Rp140 Ribu per Kilogram

“Sampai saat ini juga belum ada pasar murah. Padahal harga cabai sudah mahal sekali. Semoga lah kedepan dibuka pemerintah,” kata Nur.

Adapun harga cabai rawit yang terus meninggi di Palu, akibat kurangnya pasokan dari petani ke pedagang di pasar.

“Pasokan petani kurang, karena memang belum ada panen raya cabai. Makanya harga begitu tinggi,” jelas pedagang bernama Lia.(OL-11)
 

BERITA TERKAIT