11 June 2022, 20:35 WIB

PLTS Pertama Dibangun di Perguruan Tinggi Kawasan Indonesia Timur


mediaindonesia.com | Nusantara

Ist
 Ist
Universitas Negeri Manado meresmikan pembangunan (groundbreaking) PLTS di Tondano, Sulawesi Utara.

INSTITUSI pendidikan di Indonesia diketahui semakin gencar dalam mengambil peran pada pemanfaatan energi bersih.

Kehadiran energi bersih di kawasan pendidikan turut berperan sebagai promotor terhadap para pelajar sebagai generasi muda mengenai urgensi penggunaan energi baru terbarukan di masa sekarang hingga masa mendatang.

Pada Jumat (10/6), Universitas Negeri Manado telah melakukan peresmian pembangunan (groundbreaking) PLTS yang bertempat di Tondano, Sulawesi Utara.

Peresmian tersebut dihadiri Dirjen Dikti Kemdikbud Ristek, Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC, Ph.D., IPU., Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, SE., dan Rektor Universitas Negeri Manado, Prof. Dr. Deitje A. Katuuk, M.Pd.

Sederet nama institusi pendidikan tinggi telah diketahui memanfaatkan energi bersih melalui instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Universitas Negeri Manado yang berlokasi di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) ini merupakan lembaga pendidikan tinggi pertama di kawasan Indonesia Timur yang memanfaatkan energi baru terbarukan, khususnya energi surya.

Baca juga: CNGR Kerja Sama dengan PLN Promosikan Penggunaan Energi Hijau 

“Kehadiran PLTS berkapasitas 400 kWp di Universitas Negeri Manado tentu akan mendukung suplai energi listrik yang dibutuhkan oleh universitas,"  ungkap Rektor Universitas Negeri Manado, Prof. Dr. Deitje A. Katuuk, M.Pd. dalam keterangan pers, Sabtu (11/6)

"Oleh karena itu, kami berterima kasih atas kolaborasi yang dilakukan bersama SUN Energy dan WIKA Energi untuk membangun PLTS On-Grid berkapasitas 400 kWP dan harapannya Laboratorium PLTS dapat menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa Unima," jelasnya.

"Lebih daripada itu, melalui instalasi PLTS, Universitas Negeri Manado telah mengambil peran dalam upaya transisi energi untuk mencapai Indonesia bebas emisi karbon pada tahun 2060 mendatang serta mendukung pengembangan keilmuan di sektor energi baru terbarukan yang terus berkembang di Indonesia,” ungkap Prof.Deitje.

SUN Energy sebagai pengembang energi surya, hingga saat ini telah mencatatkan sembilan proyek PLTS di lembaga pendidikan Ttnggi, yaitu Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Institut Teknologi Bandung (ITB), Vokasi Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas HKBP Nommensen Medan, Institut Teknologi Del, Universitas Tanjungpura, Institut Teknologi Nasional Malang, dan Politeknik Negeri Bengkalis.

Oky Gunawan selaku Chief of Sales SUN Energy menjelaskan,“Berdasarkan data Kementrian ESDM, potensi pemanfaatan energi surya di Indonesia mencapai 207 GW. "

"Salah satu strategi SUN Energy sebagai pengembang energi surya terbesar dalam upaya mencapai angka proyeksi tersebut adalah dengan mengembangkan potensi sumber daya manusia yang berkualitas melalui pembangunan PLTS dan laboratorium energi terbarukan di kampus," tuturnya.

"Oleh karena itu, kami sangat mengapresiasi setiap langkah institusi pendidikan yang menunjukan minatnya dalam pemanfaatan energi surya melalui instalasi PLTS," ujar Oky.

"Pembangunan PLTS On-Grid di Universitas Negeri Manado merupakan proyek SUN Energy yang ke-9 di lembaga pendidikan tinggi dan kami akan terus melakukan penetrasi di lembaga pendidikan lainnya,” jelas Oky.

Kolaborasi yang dilakukan bersama antara SUN Energy dan PT Wika Industri Energi dalam mengembangkan PLTS di institusi pendidikan diyakini mampu memberikan dampak terhadap sektor pendidikan secara riil.

Baik menjadi penunjang proses pembelajaran seputar energi baru terbarukan, hingga turut mengembangkan ilmu pengetahuan seputar energi baru terbarukan di Indonesia. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT