11 June 2022, 12:00 WIB

Peringati Hari Lingkungan Hidup Pena Hijau Gelar Ekspedisi Nusantara


Denny Susanto | Nusantara

MI/DENNY SUSANTO
 MI/DENNY SUSANTO
Puncak Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat


KELOMPOK wartawan lingkungan asal Kalimantan Selatan, Pena Hijau Indonesia menggelar peringatan Hari Lingkungan Hidup 2022. Mereka  melakukan pendakian di salah satu puncak tertinggi, Gunung Rinjani, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kegiatan ini disebut Ekspedisi Nusantara 2022.

Wakil Ketua Pena Hijau Indonesia, Khaidir Rahman, mengatakan pendakian Gunung Rinjani merupakan rangkaian kegiatan pendakian gunung-gunung di Indonesia yang disebut Ekspedisi Nusantara 2022.

"Sebelumnya kami telah melakukan kegiatan pendakian gunung-gunung di Kalsel yang kita sebut Ekspedisi Meratus 2021. Sekarang kita akan mendaki beberapa gunung yang masuk seven summits Indonesia," ungkapnya.

Seperti halnya Ekspedisi Meratus, kegiatan Ekspedisi Nusantara 2022 tidak hanya pendakian tetapi juga memotret kehidupan sosial, budaya dan ekonomi masyarakat sekitar pegunungan. Termasuk pengelolaan kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani yang masuk Unesco Global Geopark Rinjani.

Pendakian Gunung Rinjani berlangsung pada 6-13 Juni 2022, dengan rute naik Desa Sembalun dan pulang melalui Danau Segara Anak, Dusun Torean.

"Kegiatan ekspedisi kami ke Rinjani ini ditemani kawan-kawan pendaki lokal di Mataram. Setelah Rinjani target kita adalah beberapa seven summits Indonesia lainnya," kata Denny, Ketua Pena Hijau Indonesia.

Gunung Rinjani dengan ketinggian 3.726 mdpl merupakan salah satu puncak tertinggi di Indonesia yang masuk kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani. Kawasan ini merupakan ekosistem hutan hujan pegunungan dan savana.

Saat ini pendakian Gunung Rinjani dibatasi kuota sebanyak 150 orang per hari. Tim Ekspedisi Nusantara harus menunggu selama satu bulan untuk mendapatkan kuota pendakian. Pendakian Gunung Rinjani memerlukan waktu 3 hari 2 malam atau 4 hari 3 malam.

Taman Nasional Gunung Rinjani, terutama pendakian puncak Rinjani menjadi favorit para wisatawan dalam dan luar negeri. Sektor pariwisata ini cukup penting bagi ekonomi masyarakat sekitar.

Hanya saja, masalah sampah di sepanjang jalur pendakian menjadi persoalan tersendiri yang harus mendapat perhatian pihak pengelola kawasan ini. (N-2)

BERITA TERKAIT