11 June 2022, 11:27 WIB

Perdagangan Ternak Tetap Berlangsung meski Kasus PMK Kabupaten Semarang Melonjak Lagi


Akhmad Safuan | Nusantara

MI/Akhmad Safuan
 MI/Akhmad Safuan
Suasana Ppasar Hewan Bawen.

JUMLAH kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) Kabupaten Semarang kembali melonjak hingga mencapai 1.418 ekor terpapar. Namun instruksi penutupan tujuh pasar hewan belum sepenuhnya berjalan karena perdagangan hewan ternak seperti sapi, kerbau dan kambing masih tetap berlangsung.

Pemantauan Media Indonesia Sabtu (11/6) Pasar Pon pasar hewan di Bawen, Kabupaten Semarang, tetap buka dan ramai, meskipun tidak ada aktivitas perdagangan hewan di los bagian paling depan pasar. Namun jual beli ternak seperti sapi, kerbau dan kambing masih berlangsung dengan mengambil tempat di luar pasar.

Sehari sebelumnya aktivitas perdagangan ternak juga masih tetap berlangsung di Pasar Hewan Sumowono, Kabupaten Semarang. Para pedagang tetap menggelar dagangan kambing di los ternak yang berada di bagian belakang kantor kecamatan. Transaksi jual beli ternak terutama kambing tetap berlangsung di los tersebut.

Kasus PMK di daerah ini semakin melonjak, jika sebelumnya jumlah hewan ternak terpapar masih kurang dari 1.000 ekor, saat ini hewan ternak terkonfirmasi PMK telah mencapai 1.418 ekor tersebar di hampir seluruh kecamatan yang ada.

''Pasar hewan memang ditutup dari 22 Mei lalu hingga 20 Juni mendatang, namun aktivitas perdagangan ternak tetap berjalan di luar arena pasar, karena kami butuh penghasilan,'' ujar Mamik, 60, blantik ternak di Pasar Hewan Bawen, Semarang.

Meskipun penjualan ternak seperti kambing sepi dibandingkan sebelum wabah PMK, lanjut Hartono, 50, pedagang ternak lainnya, namun masih ada peternak yang menjual atau membeli termasuk para pedagang daging kambing atau sapi. ''Para blantik (pedagang ternak) dan pembeli sekarang lebih selektif, hati-hati memilih ternak,'' tambahnya.

Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan Kabupaten Semarang Wigati Sunu mengatakan jumlah hewan ternak terjangkit PMK terus melonjak dalam sepekan terakhir, bahkan berdasarkan data terakhir mencapai 1.418 ekor atau naik dibandingkan beberapa hari sebelumnya sebelumnya 894 ekor.

Menghadapi lonjakan kasus PMK tersebut, kata Wigati Sunu, berbagai langkah telah ditempuh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang, dari mulai karantina, penyemprotan disinfektan ke kandang, pengobatan hingga penutupan tujuh pasar hewan, meskipun hingga kini belum masuk kejadian luar biasa (KLB).

Selain itu menindak lanjuti Inmendagri No 32 tahun 2022 tentang penanganan wabah PMK dan persiapan hewan kurban, Pemkab Semarang juga telah melakukan berbagai tindakan untuk mencegah penyebaran lebih luas dan mengerahkan dokter hewan serra medis. ''Langkah ini diharapkan dapat meredakan PMK,'' tambahnya.

Sementara itu diperoleh keterangan dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Jawa Tengah jumlah hewan terpapar PMK di provinsi ini secara keseluruhan telah mencapai 10.375 ekor dengan 1.030 ekor diantaranya sudah sembuh secara klinis. ''Saat ini masih ada 9.383 ekor terkonfirmasi PMK,'' kata Sekretaris Dinas Ignasius Hariyanta Nugraha.

Masih menurut data yang masuk, ungkap Ignasius Hariyanta Nugraha, sebanyak 77 ekor ternak telah dipotong dan 80 ekor lainnya mati akibat PMK tersebut. ''Berbagai tindakan untuk mencegah penyebaran lebih luas telah dilakukan, saat ini jugs masih menunggu vaksinasi sembari dilakukan pengobatan,'' ungkapnya. (AS/OL-10)

BERITA TERKAIT