09 June 2022, 20:45 WIB

Upaya Pemkab Lembata Datangkan Kambing Boer Terkendala PMK


Alexander P Taum | Nusantara

MI/ALEXANDER P TAUM
 MI/ALEXANDER P TAUM
Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Lembata, Kanisius Tuaq.

 

UPAYA Pemerintah Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur untuk
mendatangkan ternak kambing jenis boer masih terkendala wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) di wilayah Jawa Timur.

"Jawa Timur masih terjadi wabah PMK, sehingga kambing itu tidak boleh keluar daerah. Kita cari lagi di Sulawesi dan Makassar. Tetapi kalau penyakit masuk berbahaya. Pengadaan terpaksa kita tunda sampai keadaan membaik," ungkap Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Lembata, Kanisius Tuaq.

Pemerintah setempat berencana akan mendatangkan kambing boer sebanyak 12 ekor pada tahun anggaran 2022. Melalui Dinas Peternakan, Pemda setempat berencana untuk memperbaiki genetika kambing lokal yang relatif kecil, agar memiliki tubuh tambun dan bertanduk panjang.

Kanisius menjelaskan kambing boer dinilai sebagai jawaban atas meningkatnya kebutuhan ternak kambing dalam urusan sosial budaya masyarakat adat Lamaholot.

"Kita programkan perbaikan genetika bagi kambing lokal dikawinkan dengan kambing jenis boer. Kambing jenis ini bertanduk bagus, badannya berisi. Kambing boer untuk menjawab urusan sosial budaya masyarakat Lamaholot. Kalau kambing etawa badan bagus tapi tanduknya tidak ada," ungkap Kanisius, Kamis (9/6).

Dalam budaya masyarakat adat Lamaholot, ternak merupakan antaran yang
wajib dibawa terutama dalam urusan kawin mawin. Ukuran kepantasan
kambing dalam budaya Lamaholot adalah bertanduk panjang. Kini permintaan kambing di pasar lokal terus meningkat.

"Penyakit PMK sampai saat ini di NTT belum masuk, tetapi kita waspada.
Kita takutkan karena berbatasan dengan Timor Leste lewat Alor," ujarnya.

Ia menjelaskan langkah langkah pencegahan yang sudah ambil untuk
mencegah PMK masuk ke Lembata.

"Kita sudah tempatkan petugas petugas cek point di pelabuhan-pelabuhan.
Petugas kita akan periksa Seluruh ternak terutama yang masuk," ujar
Kanisius.

Ia menjelaskan, penyakit mulut dan kuku (PMK) ini menyerang hewan hewan
berkuku, seperti kambing, babi, sapi dan kambing.

Meski upaya kawin silang kambing dengan mendatangkan kawin jenis Boer
terhalang PMK, untuk sementara Pemda menyebar kambing etawa untuk
perbaikan genetika kambing lokal. (N-2)

BERITA TERKAIT