09 June 2022, 14:03 WIB

Waspada! Anak Muda Kota Bandung Rentan Hipertensi


Naviandri | Nusantara

MI/Andri Widiyanto
 MI/Andri Widiyanto
Ilustrasi pemeriksaan tekanan darah

SATU dari tiga penduduk Kota Bandung yang berusia 15 tahun ke atas diketahui mengidap hipertensi atau tekanan darah tinggi. Hal ini diketahui berdasarkan hasil riset yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, Jawa Barat (Jabar).

"Hipertensi kerap kali diidentikan pada orang usia lanjut dengan gejala sakit kepala dan mudah marah. Namun, ternyata dari hasil riset yang dilakukan pada tahun 2018, satu dari tiga penduduk di Kota Bandung berusia lebih dari 15 tahun mengidap hipertensi," kata Kepala Bidang  Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Bandung dr Ira Dewi Jani di Bandung, Kamis (9/6).

Prevalensinya, imbuh Ira, mencapai 36,6% dari jumlah penduduk Kota Bandung di atas usia 15-69 tahun. Hitungannya, sekitar 700 ribu orang di Kota Bandung berpotensi terkena hipertensi. Sampai Mei, Dinkes memperoleh aduan hipertensi sekitar 28.000 kasus. Bahkan, saking tak terasa di awal, penyakit ini disebut sebagai 'silent killer'.

Seringnya, penyakit ini baru ketahuan ketika sudah bergejala, seperti stroke, sakit ginjal, dan masalah jantung.

"Dari data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), penyakit tidak menular seperti diabetes dan hipertensi penderitanya mulai bergeser ke usia yang lebih muda. Faktornya terbagi menjadi dua, faktor yang tidak bisa dikendalikan dan bisa dikendalikan. Untuk faktor yang tidak bisa kendalikan, seperti usia, jenis kelamin, dan keturunan," jelasnya.

Tapi, lanjut Ira, ada juga faktor yang bisa kita kendalikan, seperti pola diet, menu makanan yang tidak seimbang, kurang olahraga, konsumsi garam berlebih, dan tingkat stress yang tinggi. Ira mengingatkan masyarakat untuk rutin melakukan screening atau cek kesehatan di puskesmas terdekat. Jangan sampai menunggu ada gejala dulu baru memeriksakan ke dokter.

"Mau ada gejala atau tidak, minimal setahun sekali periksa tekanan darahnya ke puskesmas terdekat. Biayanya gratis, sudah dijamin pemerintah," ucapnya.

Baca juga:  Kafein Beri Efek Hipertensi Bagi Anda yang Jarang Konsumsi Kopi

Menurut Ira, beberapa gejala yang bisa muncul akibat hipertensi antara lain stroke, retinopati, komplikasi jantung, dan gagal ginjal. Perlu diketahui, retinopati merupakan salah satu penyakit mata yang rentan membuat penglihatan seseorang menjadi kabur. Jantung pun membesar karena harus memompa terus-menerus.

"Bisa gagal jantung atau ada penyumbatan di dalamnya. Lalu ginjal juga jadi ancaman jika tekanan darah tinggi tidak terkontrol," ungkapnya.

Untuk menekan angka hipertensi di Kota Bandung, pihaknya bekerja sama dengan puskesmas mengadakan webinar. Namun, Ira mengaku, untuk mengubah perilaku masyarakat tidak bisa dalam jangka waktu cepat. Ira memaparkan langkah-langkah yang harus dilakukan agar mengindari hipertensi. Caranya dengan CERDIK:

-Cek kesehatan secara berkala. Jika telah terdeteksi hipertensi harus sebulan sekali cek kesehatan.

-Enyahkan asap rokok. Sebab ada bahan dalam rokok yang bikin pembuluh darah kita jadi tidak elastis.

-Rutin melakukan aktivitas fisik yang harus terukur. Sehingga punya impact ke kesehatan tubuh kita.

-Diet atau menu makanan yang seimbang. Harus ada sayur dan buah, serta minum yang cukup.

-Istirahat yang cukup untuk karena akan memengaruhi kesehatan tubuh kita.

-Kelola stres dengan benar.

"Memang perlu upaya-upaya yang harus kita lakukan. Warisan ke anak cucu bukan cuma hutan, sawah, lautan, kosan, tapi juga kesehatan," tukasnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT