08 June 2022, 20:35 WIB

Bank Indonesia Tingkatkan Kapasitas UMKM Solo Raya dalam Bisnis Digital


Widjajadi | Nusantara

MI/WIDJAJADI
 MI/WIDJAJADI
Kegiatan Onboarding UMKM Solo Raya digelar Bank Indonesia Solo 


BANK Indonesia (BI) Solo selama tiga tahun terakhir terus menggelar kegiatan peningkatan kapasitas para pelaku UMKM di Solo Raya, Jawa Tengah, dalam bisnis dengan sistem digitalisasi. Sudah ratusan UMKM didorong menjadi agen ekonomi digital.

"Kegiatan onboarding bagi pelaku UMKM di Solo Raya ini memasuki tahun ketiga. Kami yakin mampu mendorong akselerasi pemulihan ekonomi pasca pandemi," papar Pimpinan BI Solo, Nugroho Joko Prastowo dalam workshop yang diikuti 30 UMKM yang telah lolos kurasi, di Solo, Rabu ( 8/6).

Menurut dia, pelatihan tersebut sebagai upaya membantu mempercepat program Pemerintah Pusat, yang mentargetkan 15 juta UMKM terkoneksi dalam sistem digital pada 2023. Para pelaku UMKM di Solo Raya harus memulai, sebab ke depan sektor kehidupan manusia bersentuhan dengan layanan digital.

Ada beberapa materi yang disampaikan kepada para peserta UMKM yang mengelola berbagai macam produk fesyen, kuliner dan juga seni kriya. Di antaranya mengenalkan pemasaran produk di marketplace, praktek foto dan pembuatan materi konten siap jual, dan pengenalan pembayaran elektronik (e-payment).

Nugroho menegaskan BI tidak kenal lelah menggelar peningkatan kapasitas UMKM dalam sistem  digital, seiring  penetrasi internet di Indonesia yang penggunanya kini mencapai 54,68% atau sekitar 143,26 juta jiwa dari seluruh penduduk Indonesia. Karena itu UMKM didorong berbasis daring.

"Pemerintah yakin, peran UMKM semakin strategis untuk perekonomian nasional.  Data empiris mendukung eksistensi UMKM cukup dominan dalam perekonomian Indonesia," kata Joko.

Ia juga menyodorkan data bahwa UMKM berkontribusi untuk pembentukan produk domestik bruto (PDB) sekitar 60%, potensi penyerapan tenaga kerja hingga 97% dan potensi ekspor.

Pada kesempatan itu, Wakil Wali Kota Teguh Prakosa  menyambut baik usaha Bank Indonesia memberikan edukasi kepada pelaku UMKM di Solo Raya lewat kegiatan Onboarding UMKM Soloraya bertema Digitalisasi UMKM Solo, UMKM Tambah Jago lan Raharjo, itu.

"Apa yang dilakukan BI ini sesuai dengan arahan Presiden Jokowi. Program pengembangan UMKM lewat pembiayaan KUR terus digencarkan pemerintah. UMKM di Solo bahkan tertinggi menerima kucuran KUR, mencapai Rp3,5 trilun," kata dia.

Karena itu saatnya UMKM di Solo harus terus berkembang, dan bermitra dengan marketplace yang sudah ada. "Tidak perlu membuat toko online sendiri. Pemkot telah memberikan dukungan dengan membuat Sentra IKM Kreatif Solo di Semanggi yang menyediakan fasilitas digital," tandasnya. (N-2)

BERITA TERKAIT