07 June 2022, 20:39 WIB

Tanaman Toga Sebagai Ikon Wisata Edukasi Kapasan Surabaya


Pierre Lavender | Nusantara

MI/Pierre Lavender
 MI/Pierre Lavender
Hasil penanaman bibit toga di pekarangan

MAHASISWA kelompok 79 Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Pembangunan Nasional Jawa Timur (UPNVJT) mengadakan penanaman bibit toga secara serentak. 

Awalnya, para mahasiswa belum tahu ikon apa yang menarik dan tepat untuk wilayah RW 05, Kelurahan Kapasan, Kecamatan Simokerto, Kota Surabaya. Setelah berulang kali melakukan wawancara dengan Bapak Susanto selaku Ketua RW 05, beliau menyampaikan jika warganya sempat mengadakan penanaman jahe merah, namun terhenti karena adanya covid-19 yang membatasi warga untuk beraktivitas.

"Tanaman jahe merah yang sudah ditanam sempat tidak terawat,” kata Susanto.

Dengan bekal hasil wawancara tersebut dan berhubung meredanya kasus covid-19 di Surabaya, mahasiswa memiliki keinginan untuk menghidupkan kembali apa yang telah dimulai oleh masyarakat RW 05 sebelumnya. Tak hanya jahe merah, namun berbagai macam bibit toga yang sangat bermanfaat bagi masyarakat daerah tersebut khususnya dalam bidang kesehatan.

Dengan adanya bermacam-macam jenis tanaman toga, maka wilayah RW 05, Kelurahan Kapasan, Kecamatan Simokerto, otomatis sangat berpotensi menjadi salah satu wisata edukasi yaitu dijuluki sebagai ‘Kampung Toga’. 

Mahasiswa tidak sendiri dalam menciptakan wisata Kampung Toga tersebut tetapi juga bekerja sama dengan Kelurahan Kapasan, Kecamatan Simokerto, Dinas Pertanian Kota Surabaya, Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya, serta tidak lupa dengan antusias dan kontribusi langsung dari masyarakat RW 05 untuk membangun edukasi Kampung Toga.

Setelah mahasiswa berdiskusi dengan tokoh masyarakat RW 05, diambil kesepakatan yaitu menanam dengan menggunakan media pot yang nantinya akan dibagikan ke seluruh masyarakat untuk ditanam di rumah masing-masing dan memanfaatkan taman pekarangan yang terletak di wilayah RT 06 dan RT 07 yang nantinya juga akan ditanami tanaman toga secara serentak.

Baca juga: Toga Desa Gajah Mati Hidupkan Perekonomian Masyarakat

Menanam tanaman toga harus melewati beberapa tahapan, dimulai dari pemanfaatan media tanam pada pot dan pengolahan lahan untuk di taman pekarangan. Untuk tanaman pada pot hanya memasukan tanah dan pupuk sebagai nutrisi tanaman. Setelah itu, bibit siap disemai di pot tersebut.

Sedangkan di taman pekarangan harus melalui pengolahan lahan dengan cara mengisi tanah untuk lahan tersebut. Selanjutnya dicampur dengan pupuk kompos secara merata, lalu dicangkul dan dibuat bedengan untuk tempat penanaman bibit toga. Fungsi dari bedengan tersebut untuk memudahkan pengairan pada tanaman toga, sehingga kebutuhan air untuk semua tanaman toga terpenuhi.

Dengan adanya pot berisi tanaman toga yang dibagikan pada masyarakat dan penanaman lahan pekarangan yang ditanami barbagai macam tanaman toga secara serentak, maka terwujudlah keinginan para mahasiswa untuk mendirikan ikon dari RW 05 yaitu wisata edukasi kampung toga.

Atas terlaksananya penanaman toga serentak, Ketua RW 05 Bapak Suswanto menyampaikan ucapan terima kasih bagi Kelompok KKN 79 UPN “Veteran” Jawa Timur yang telah melaksanakan acara penanaman toga serentak.

“Terima kasih untuk teman-teman KKN yang telah menyusun program sehingga bisa terselenggara kegiatan ini,” kata Suswanto.(OL-5)

BERITA TERKAIT