07 June 2022, 19:06 WIB

Kegempaan Meningkat di Jatim


Bagus Suryo | Nusantara

Medcom
 Medcom
Ilustrasi 

KONDISI kegempaan di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya ada tren terjadi peningkatan. Namun kegempaan didominasi gempa dangkal. Gempa terkini terjadi di barat daya Kabupaten Blitar dengan 4 magnitudo dan kedalaman 10 km, Selasa (7/6).

"Gempa menurut catatan kami ada peningkatan, akan tetapi bukan  berarti akan terjadi gempa besar karena gempa tidak bisa diprediksi  waktunya," tegas Kepala BMKG Stasiun Geofisika Malang, Ma'muri.

Ia mengatakan peningkatan kegempaan itu menjadi pengingat masyarakat bahwa mereka hidup di daerah rawan gempa bumi. "Gempa-gempa kecil sampai Juni ini lebih aman karena tidak sampai merusak bangunan dan infrastruktur. Gempa yang kami catat itu akibat pergerakan tektonik dan kedalaman kebanyakan dangkal atau kurang dari 60 kilometer," katanya.

Selama Januari-Juni 2022, sudah terjadi 648 kali gempa dengan kekuatan di bawah 3 magnitudo sebanyak 367 kali, 280 gempa berkekuatan 3-5 magnitudo dan sekali di atas 5 magnitudo pada Januari 2022.

Sesuai kedalamannya, gempa dangkal mendominasi mencapai 558 kali.  Sedangkan gempa menengah tercatat 96 kali dan gempa dalam 4 kali.

Adapun catatan gempa pada Mei sebanyak 241 kali, pada April 116 kali gempa dan Juni sudah terjadi 60 kali gempa. Bagi petugas Stasiun Geofisika Malang, banyaknya gempa dalam beberapa bulan terakhir itu fenomena yang biasa.

"Secara umum di selatan Jatim itu daerah rawan gempa bumi. Banyaknya gempa yang kecil-kecil justru lebih baik karena energinya terlepas secara bertahap," ujarnya.

Di daerah selatan Jatim merupakan zona subduksi, pertemuan dua lempeng besar yaitu lempeng tektonik Indo-Australia dan lempeng Eurasia. Terjadinya gempa bumi disebabkan oleh aktivitas pertemuan lempeng tektonik Indo-Australia dengan lempeng Eurasia serta aktivitas patahan lokal.

Sementara guncangan gempa kebanyakan tak dirasakan. Masyarakat melaporkan getaran gempa hanya sebanyak 12 kali pada periode Januari-Juni. Kondisi itu tak seperti tahun 2021 ada gempa yang getarannya sampai merusak. (OL-15)

 

BERITA TERKAIT