07 June 2022, 18:09 WIB

Sumenep Mulai Kembangkan Tanaman Kelor


Mohammad Ghazi | Nusantara

MI/Akhmad Safuan
 MI/Akhmad Safuan
Pohon kelor

KABUPATEN Sumenep, Jawa Timur, mulai mengembangkan perkebunan kelor. Selain untuk dimanfaatkan buahnya, tanaman tersebut dibutuhkan daunnya untuk bahan antivirus. Sejak Selasa (7/6), daun kelor kering mulai diekspor ke Tiongkok melalui Pelabuhan Kalianget.

Pada ekspor perdana tersebut, sebanyak 300 ton serbuk daun kelor kering diangkut menggunakan kontainer ke Negeri Tirai Bambu tersebut.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi, saat melepas pengiriman daun kelor, mengatakan, ratusan ton ekstrak daun yang dikenal juga dengan nama Maronggai itu dikumpulkan dari sejumlah kecamatan, di antaranya Ambunten, Dasuk, Batu Putih, Bluto dan Saronggi.

"Kami mulai mengembangkan tanaman ini di beberapa kecamatan tersebut," kata Fauzi.

Baca juga:  Sumut Dorong Pemanfaatan Daun Kelor untuk Atasi Stunting

Selain akan dimanfaatkan buahnya, jelas dia, juga akan dipasarkan dalam bentuk ekstrak daun maupun dalam bentuk olahan lain seperti puding, campuran minuman maupun dalam bentuk daun segar sebagai bahan sayuran.

"Kami juga menyiapkan pola pendampingan bagi UMKM dalam mengembangkan produksi berbasis kelor," jelasnya.

Saat ini, kelor bukan hanya dijadikan tanaman pendamping di areal pertanian dan perkebunan warga, melainkan juga menjadi tanaman utama.(OL-5)

BERITA TERKAIT