06 June 2022, 15:06 WIB

Jembatan Bambu Patah di Wonosobo, Satu Warga Meninggal


Tosiani | Nusantara

DOK MI.
 DOK MI.
Ilustrasi.

JEMBATAN bambu yang membentang di atas Sungai Galuh, Kelurahan/Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, patah pada Minggu (5/6) sore. Kejadian itu menyebabkan satu warga meninggal setelah sempat jatuh dan hanyut terseret aliran sungai.

Satu korban meninggal bernama Sutiyem, 50, warga Dusun Gentas, Kelurahan/Kecamatan Kalikajar. Empat warga lain selamat meski mengalami sedikit luka.

Kepala Pelaksana Harian (Plh) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonosono, Bambang Triyono, menceritakan pada Minggu (5/6) sekitar pukul 14.30 WIB para korban dan saksi pulang dari bekerja di lahan pertanian yang berlokasi di Dusun Klilin, Desa Sindupaten, Kecamatan Kertek, menuju rumah mereka di Kampung Gentan Kelurahan/Kecamatan Kalikajar. "Sewaktu para korban melintas di jembatan bambu di atas sungai Galuh tinggi lebih kurang 8 meter panjang 15 meter, tiba-tiba jembatan tersebut patah," terang Bambang, Senin (6/6).

Baca juga: Tiket Candi Borobudur Rp750 Ribu, Ganjar: Masih Dalam Pembahasan

Empat orang warga berhasil menyelamatkan diri. Sementara satu korban terbawa arus. Korban selamat kemudian minta tolong dan dibantu warga sekitar melakukan pencarian dan evakuasi korban. Korban ditemukan tersangkut di bambu pinggir Sungai Turut yang terletak di Dusun Ponggoyudan, Desa Sindupaten, Kecamatan Kertek, sekitar satu kilometer dari lokasi jatuh.

Sutiyem kemudian dibawa ke RS PKU Muhammadiyah Wonosobo dan dinyatakan sudah meninggal. Korban diserahkan kepada keluarga dan dimakamkan. Keluarga sudah menerima kejadian tersebut dan tidak mengambil tindakan hukum. (OL-14)

BERITA TERKAIT