03 June 2022, 15:00 WIB

Keberagaman dan Inklusi Jadi Isu Prioritas


Budi Ernanto | Nusantara

DOK IST
 DOK IST
Konferensi pers side event G20 di Manokwari, Papua Barat.

YOUTH 20 (Y20) akan menggelar Pra-KTT Ke-4 dengan membawa isu prioritas “Keberagaman dan Inklusi” yang akan diselenggarakan pada 17 dan 18 Juni di Manokwari, Papua Barat.

Pada konferensi pers yang dilaksanakan di Manokwari (31/5), Pemerintah Provinsi Papua Barat menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan kegiatan. “Saat ini persiapan panitia daerah sudah 90%. Hingga saat ini tercatat sudah ada 15 negara atau pemuda yang bergabung dalam G20” ucap Hans L Mandacan, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Papua Barat.

“Tema kita keberagaman dan inklusif, jadi peserta luar negeri senang sekali, apalagi Papua Barat memiliki indeks toleransi umat beragama tertinggi di Indonesia,” tambah Hans.

Y20 menilai bahwa kota Manokwari merupakan pilihan yang tepat untuk menjadi tuan rumah kegiatan Pra-KTT 4. Papua memiliki sangat banyak potensi yang dapat ditonjolkan untuk mempromosikan keberagaman dan inklusi.

Berbeda dengan ketiga isu lainnya yaitu ketenagakerjaan pemuda, transformasi digital, dan planet yang berkelanjutan yang merupakan legacy issues Y20, isu keberagaman dan inklusi merupakan inisiatif Y20 Indonesia untuk pertama kalinya diangkat dan menjadi isu prioritas yang akan dibahas oleh Pemuda G20 pada KTT Y20.

“Kami melihat bahwa ketidaksetaraan mempengaruhi semua kalangan dan sangat merugikan kelompok rentan, yang seringkali adalah kaum muda. Maka dari itu, kami ingin para pemuda dapat membahas isu keberagaman dan inklusi serta menghadirkan solusi mengatasi ketidaksetaraan, memberdayakan yang rentan dan terpinggirkan, serta memungkinkan pertumbuhan yang berkelanjutan,” jelas Michael Sianipar, Co-Chair Y20 Indonesia 2022.

Baca juga: Tradisi Silaturahim Lebaran Jadi Modal Keberagaman

Dengan keberagaman yang dimiliki oleh Indonesia, sangat tepat untuk Indonesia membawa isu keberagaman dan inklusi. “Seperti semboyan kita, Bhineka Tunggal Ika, yang artinya berbeda-beda tetapi tetap satu, kita akan menunjukan kepada dunia bahwa keberagaman yang kita miliki tidak menjadi penghalang kita untuk bersatu,” tambah Michael.

Adapun dalam pembahasannya, Y20 akan mengangkat 2 sub tema yaitu “pendidikan yang inklusif” serta peran pemuda dalam ekonomi kreatif. Dengan tema G20 Indonesia 2022 yaitu “Pulih Bersama, Bangkit lebih Hebat” kontribusi kaum muda untuk mendukung pemulihan inklusif dan merangkul keragaman dalam masyarakat kita menjadi sangat penting.

Pelaksanaan Pra-KTT Y20 di Kota Manokwari, Papua Barat, dihadiri langsung oleh delegasi dan pengamat dari berbagai negara, serta perwakilan dari beberapa kedutaan asing di Indonesia. Selain itu, sejumlah pembicara turut hadir untuk menambah perspektif dalam kegiatan gelar wicara.

Keterlibatan pemuda dalam kegiatan Y20 akan mempengaruhi pembuatan communique oleh para delegasi Y20 untuk nantinya diserahkan kepada para pemimpin negara G20. Para pemuda Papua memiliki kesempatan untuk
memiliki wawasan global yang lebih luas dan bisa aktif berpartisipasi dalam membesarkan indonesia di dalam tingkat global terutama dalam isu pendidikan yang inklusif serta pemuda dalam ekonomi kreatif.

Nantinya akan ada 50 pemuda Papua yang melalui proses pemilihan, berkumpul untuk berdiskusi serta menyuarakan aspirasi mereka mengenai topik keberagaman dan inklusi. Seluruh suara pemuda berarti, itulah mengapa Y20 berupaya menjangkau seluruh kalangan pemuda dari berbagai daerah di Indonesia agar dapat merasakan momentum G20.

Y20 Indonesia 2022 melaksanakan event Pra-KTT pada 4 (empat) kota di Indonesia yaitu Palembang pada bulan Maret, Lombok pada bulan April, Balikpapan pada bulan Mei, dan Manokwari pada bulan Juni. Puncak acara kegiatan ini adalah pelaksanaan KTT Y20 2022 yang akan dilaksanakan pada bulan Juli di kota Jakarta dan Bandung. (R-3)

BERITA TERKAIT