02 June 2022, 09:36 WIB

Pencurian Marak di Pasar Alok, Pedagang Resah


Gabriel Langga | Nusantara

MI/Gabriel Langga
 MI/Gabriel Langga
Kios di Pasar Alok, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.

SETIAP harinya  barang dagangan apapun yang ada di Pasar Alok, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) dibawa kabur oleh pencuri. Tidak tanggung-tanggung, seisi dagangan habis digasak pencuri. 

Aksi para pencuri itu dilakukan pada malam hari saat pasar Alok mulai sepi. Kondisi tersebut mengakibatkan kerugian bagi para pedagang. Jumlahnya diperkirakan hingga puluhan juta rupiah. 

Akibatnya, para pedagang yang ada di Pasar Alok mulai resah dan mengeluhkan maraknya aksi pencurian yang kerap menggasak barang dagangan mereka.

Baca juga: Empat Tahun Nihil Kasus Kini Malaria Serang Sikka Lagi

Salah satu pedagang di Pasar Alok, Yuli, mengaku sejumlah barang milik pedagang sering digasak pencuri yang dilakukan pada malam hari saat Pasar Alok dalam keadaan sepi.

"Pak wartawan, tiap hari, barang dagangan milik para pedagang selalu hilang. Tiap hari pasti ada pedagang yang mengeluh barang dagangan mereka hilang. Pasar Alok ini sudah tidak aman bagi kami yang jualan di sini," ungkap dia kepada mediaindonesia.com, Kamis (2/6)

Dia pun mengaku permasalahan ini sudah dilaporkan kepada pengelola pasar Alok. Namun,, kata dia, pihak pengelola malahan meminta para pedagang untuk menjaga keamanan barang-barang sendiri atau barang dagangan itu dibawa pulang oleh para pedagang ke rumah masing-masing.

"Tiap hari kita bayar retribusi. Kita lapor kepada pengelola Pasar Alok tetapi tidak direspon. Malah yang terjadi barang dagangan kita terus hilang. Kejadian pencurian di Pasar Alok ini sudah terjadi lama. Kasus pencurian di Pasar Alok seperti dibiarkan tanpa ada upaya peningkatan keamanan dari pihak pengelola pasar ataupun aparat penegak hukum," ujar dia.

Pedagang Pasar Alok lainnya, Irwan mengatakan masalah kasus pencurian ini sudah disampaikan kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sikka. 

"Namun, kita malah mendapatkan jawaban yang kurang menyenangkan yakni para pedagang diminta untuk tidak membawa barang dagangan dalam jumlah banyak," keluh Irwan.

"Kita sudah melaporkan kasus pencurian yang marak di Pasar Alok, tetapi jawab pemerintah adalah makanya bawa barang itu jangan banyak-banyak, pencuri sekarang ini dimana-mana karena sekarang susah cari kerja, bawa sedikit langsung bawa pulang. Terus, mereka bilang lagi kalau mau aman, bayar orang saja untuk jaga barang-barang," ungkap dia meniru jawaban dari dinas terkait.

Ia pun menyampaikan harapannya, mewakili teman-teman pedagang di Pasar Alok, untuk meminta jaminan keamanan kepada Pemerintah Daerah. 

"Saya minta dengan rendah hati, tolong perhatikan kami di pasar juga. Soalnya barang-barang kami di pasar, biar sedikit tapi berharga sekali buat kami," pungkas dia. (OL-1)

BERITA TERKAIT