01 June 2022, 22:57 WIB

Telan Rp87,7 M, PUPR Selesaikan Revitalisasi Situ Bagendit di Garut


Insi Nantika Jelta | Nusantara

Dok. Humas Kominfo Garut
 Dok. Humas Kominfo Garut
Foto udara kawasan Situ Bagendit, Garut

KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Barat Direktorat Jenderal Cipta Karya menyelesaikan revitalisasi Situ Bagendit di Garut, Jawa Barat. 

Penataan ikon pariwisata baru itu merupakan tindak lanjut dari kunjungan Presiden Joko Widodo ke Kabupaten Garut pada 26 April 2019 silam. 

"Untuk pariwisata harus diperbaiki infrastrukturnya. Lalu, amenities dan promosi event baru. Kalau hal itu tidak siap, wisatawan datang sekali dan tak akan kembali lagi. Ini harus dijaga betul," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan pers, Rabu (1/6).

Penataan Situ Bagendit dimulai pada November 2020 dan selesai pada 2022. Anggaran penataan kawasan bersumber dari APBN Kementerian PUPR sebesar Rp87,73 miliar yang dilaksanakan secara Multi Years Contract (MYC) 2020-2021 dengan kontraktor pelaksana PT Adhi Karya.

PUPR menjelaskan, penataan Situ Bagendit dilakukan di atas lahan seluas 2,8 hektare yang terbagi dalam enam zona. Zona 1 untuk wisata publik, Zona 2 area kuliner, Zona 3 area green school, Zona 4 area komersil, Zona 5 area water sport dan Zona 6 area masjid serta konservasi. 

Ruang lingkup pekerjaan di antaranya meliputi pembangunan jogging track sepanjang 6 km, taman teratai, taman bermain, pusat kuliner, restoran, masjid terapung, dan jembatan swafoto.

Baca juga : Pekan Pemuda 1 Resmi di Buka Awal Kebangkitan Kaltara

Kepala BPPW Jawa Barat Oscar Siagian menerangkan, revitalisasi Situ Bagendit merupakan kolaborasi antara PUPR, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Keuangan, Kementerian Perhubungan, Pemprov Jawa Barat dan Pemkab Garut.

“Dalam penataan kawasan ini, Kementerian PUPR juga melibatkan Ditjen Sumber Daya Air melalui Balai Besar WIlayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung,” ucap Oscar.

Kepala BBWS Cimanuk Cisanggarung Ismail Widadi mengataan Situ Bagendit sebagai kawasan lindung, dimanfaatkan sebagai kawasan wisata yang beriringan untuk memelihara dan menjaga kelestarian lingkungan dan fungsi ekonomi. 

“BBWS Cimanuk Cisanggarung melakukan perlindungan dan pelestarian melalui pengelolaan sarana dan prasarana di badan air di batas sempadan," kata Ismail.

Kawasan Situ Bagendit sudah dibuka untuk masyarakat umum pada libur Lebaran 2022 lalu dan mendapatkan antusiasme yang besar dari masyarakat. 

Berdasarkan data Pemkab Garut, pada hari kedua libur Lebaran pengunjung Situ Bagendit mencapai 10 ribu wisatawan. Harga tiket dipatok Rp10 ribu untuk dewasa dan Rp5 ribu untuk anak-anak. (OL-7)

BERITA TERKAIT