01 June 2022, 20:45 WIB

Rudy Dorong Gibran Lanjutkan Pembangunan Masjid Sriwedari


Widjajadi | Nusantara

MI/WIDJAJADI
 MI/WIDJAJADI
Pembangunan Masjid Sriwedari tertunda 


MANTAN Wali Kota Solo, Jawa Tengah, FX Hadi Rudyatmo mendorong Gibran Rakabuming Raka, penerusnya, untuk menuntaskan pembangunan Masjid Sriwedari, yang terhenti karena pandemi covid-19.

Dia meyakinkan, bahwa tanah Sriwedari bukan merupakan tanah sengketa, mengingat sertifikat terbaru, yakni sertifikat HP 40 dan 41 yang diterbitkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Solo tidak ada catatan sebagai tanah sengketa.

"Tanah Sriwedari itu sah demi hukum. Kalau tidak percaya cek di Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota. Sertifikat HP 41 dan 40 itu tidak ada catatan sengketa. Atau cek ke BPN Kota, semua tidak ada catatan," kata Rudy, di Taman Pucang Arum, Pucang Sawit, Rabu (1/6).

Ia menegaskan riwayat sengketa tanah Sriwedari itu sudah selesai sejak 1979. Karena itu, sebaiknya Wali Kota Gibran meneruskan kelanjutan pembangunan masjid Sriwedari, meski proyek itu tidak masuk dalam 10 program prioritas Gibran pada 2022.

Joko Widodo, lanjut dia, semasa masih menjabat Wali Kota Solo berduet dengan dirinya, adalah orang yang memperjuangkan tanah Sriwedari sebagai aset negara.

Saat sebelum pandemi covid-19, dan dirinya masih menjabat sebagai wali kota, bersama wakilnya Achmad Purnomo pernah dipanggil Presiden Jokowi di Istana Jakarta, dan diminta agar segera menuntaskan Sriwedari.

"Solo tanpa Sriwedari ya bukan Solo namanya. Itu sudah melekat dan menjadi ikon kota. Jangan percaya hoaks, bahwa seolah menara masjid setinggi 114 meter akan roboh. Itu kan dihembuskan yang tidak suka saja. Padahal keberadaanya sangat berarti. Nanti dia akan menjadi masjid yang dicari musafir, karena besar dan berada di pinggir jalan," imbuh Rudy.

Gibran enggan

Sebelumnya, Wali Kota Gibran memberikan pernyataan terkait masjid Sriwedari yang tidak masuk dalam 10 program prioritas pembangunan Kota Bengawan pada 2022.

Alasannya, bahwa tanah Sriwedari ada dalam sengketa, dan kedua tidak dalam pembiayaan APBD. Karena itu, pemkot tidak memberikan  prioritas atas proyek masjid yang kini mangkrak.

"Takono ( tanya) panitia pembangunan masjid. Jangan menyalahkan saya," tukas Gibran.

Secara tegas, putra sulung Presiden Jokowi itu mengatakan, Pemkot tidak bisa mencarikan dukungan dana untuk penuntasan pembangunan masjid yang dirancang menelan anggaran lebih dari Rp165 miliar itu.

Sejak direncanakan pembangunan pada 2018, panitia dalam progres membangun menggandalkan dana dari donatur dan juga dari CSR. Progres pembangunan sudah mencapai sekitar 80%, lalu mandeg karena aliran dana juga sudah habis.

Proyek Masjid Sriwedari menjadi heboh kembali, ketika ada kabar bahwa menara masjid setinggi 114 meter akan roboh, saat keramaian Solo Car Free Day, hingga sempat memunculkan kepanikan. Polemik pun berkepanjangan, karena proyek itu terhenti dan tidak jelas kelanjutannya.

Rudy pun menyesalkan adanya hoaks menara masjid setinggi 114 meter roboh. "Gak mungkin, itu pondasi yang dibuat Waskita Karya kuat sekali," tegasnya. (N-2)

BERITA TERKAIT