01 June 2022, 16:53 WIB

Atasi Penurunan Tanah, Pemkot Semarang Minta Industri Pakai Air PDAM


Akhmad Safuan | Nusantara

Antara/Aji Styawan.
 Antara/Aji Styawan.
Sejumlah karyawan kawasan industri pelabuhan berjalan menerobos banjir limpasan air laut ke daratan atau rob, Semarang, Jateng, Jumat (27/5)

PEMERINTAH Kota Semarang, Jawa Tengah, meminta warga dan industri di ibu kota Jawa Tengah yang menggunakan air tanah beralih ke Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Soalnya, saat ini baru 65% pemakaian dari kapasitas PDAM.

Pasalnya, dampak banjir air laut pasang (rob) terjadi di Kota Semarang cukup besar. Salah satu dampaknya, banjir melumpuhkan sebagian aktivitas ekonomi seperti Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, kawasan industri, hingga perkampungan dan jalan utama yang terendam.

Salah satu penyebab banjir rob melanda Kota Semarang yaitu terjadi penurunan muka tanah 10-13 sentimeter meter per tahun. Ini mendapat perhatian serius Pemerintah Kota Semarang dengan meminta warga dan industri beralih ke air dari PDAM.

"Saya sudah meminta warga dan industri yang ada beralih ke PDAM untuk memenuhi kebutuhan air. Menurut para ahli salah satu penyebab terjadinya penurunan permukaan tanah yakni banyak pengambilan air bawah tanah," ujar Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi.

Hendrar mengatakan bahwa ketersediaan air oleh perusahaan daerah tersebut masih sangat mencukupi, karena baru termanfaatkan 65%. "Saya juga minta PDAM lebih masif untuk menyosialisasikan," imbuhnya.

Di samping itu, ungkap Hendrar, kontur tanah di Kota Semarang tidak terlalu bagus sehingga tidak kuat menahan konstruksi bangunan besar. Akibatnya, banyak terlihat di berbagai wilayah, bangunan terus turun hingga di bawah jalan.

Penurunan muka tanah di Kota Semarang, lanjut Hendrar, sudah terjadi sejak 30 tahun lalu. Tidak hanya daerah ini, daerah lain seperti Demak dan Pekalongan juga mengalami penurunan tanah sehingga perlu langkah konkret untuk mengatasi hal itu. Salah satu upayanya mengurangi pengambilan air bawah tanah.

Baca juga: Kebakaran Landa Semak di Kawasan Penfui Kupang

Sebelumnya, pakar hidrologi Undip Suripin mengatakan salah satu faktor penyebab banjir rob di Kota Semarang yaitu penurunan muka tanah. Bersama tim peneliti yang diturunkan sejak 2012 diketahui terjadi penurunan 10-13 sentimeter per tahun.

Salah satu penyebab penurunan muka tanah, menurut Suripin, yaitu pengambilan air bawah tanah secara besar-besaran. Ia meminta Pemerintah Kota Semarang melakukan langkah untuk menghentikan pengambilan air tanah tersebut sebagai upaya mengatasi kondisi ini. (OL-14)

BERITA TERKAIT