31 May 2022, 14:40 WIB

Polres Cimahi Tangkap Empat Pelaku Pencabulan terhadap Siswi SD


Depi Gunawan | Nusantara

DOK MI.
 DOK MI.
Ilustrasi.

AKSI pencabulan terhadap seorang anak di bawah umur dalam Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, terbongkar. Korban yang baru lulus SD itu mengalami trauma.

Aksi bejat yang dilakukan oleh empat pelaku itu pertama kali terungkap oleh guru sekolah korban yang melihat kondisi psikologis siswinya tidak seperti biasa. Guru itu kemudian menanyakan hal yang dialami korban. Setelah
mendengar kesaksiannya, guru tersebut melaporkan kejadian itu kepada keluarganya.

Kasatreskrim Polres Cimahi Ajun Komisaris Rizka Fadhila membenarkan pihaknya menerima laporan dugaan tindakan pencabulan terhadap anak di bawah umur di wilayah Padalarang. "Kasus ini ditangani awal oleh Polsek Padalarang. Terduga pelaku berjumlah empat orang. Saat ini penyidikan ditangani oleh unit PPA Polres Cimahi dan terhadap para pelaku dilakukan penahanan," ujar Rizka, Selasa (31/5). Dugaan kasus pencabulan diperkuat dengan hasil visum yang membuktikan ada tindak kekerasan seksual yang dialami korban. 

Terpisah, Ketua RT setempat, Sunar, mengaku menyaksikan langsung penangkapan empat pelaku pencabulan di Padalarang. Empat orang yang diamankan polisi ialah AS, 55, HR, 47, ED, 45, dan ZK, 17. "Pelaku ED diamankan Rabu. Tiga pelaku lain AS, HR, dan ZK diamankan Jumat sore. Saya dan Pak RW mendampingi penangkapan tiga pelaku karena mereka kebetulan warga saya semua," ungkap Sunar.

Baca juga: KM Ladang Pertiwi Tenggelam, Polda Sulsel Periksa 11 Orang

Dia menerangkan, salah satu pelaku ED bekerja sebagai office boy di Balai Uji Kir Dinas Perhubungan (Dishub) Bandung Barat. Ia bahkan tega melakukan aksi bejatnya di area tempatnya bekerja. "ED tahu korban ini karena mungkin korban sering bermain di tempat itu (uji kir)," ucapnya.

Sedangkan HR merupakan pekerja serabutan di wilayahnya, AS seorang wasit yang biasa memimpin pertandingan sepak bola di luar daerah, serta ZK pelajar yang masih duduk di bangku SMA. "Mereka masih warga kita, tetanggaan. Kediaman mereka berada dalam satu lingkungan yang saling berdekatan. Khusus ZK, saya dapat laporan jika perilakunya memiliki kelainan sejak SMP. Dia suka genit kepada anak di bawah umur," lanjut Sunar. (OL-14)

BERITA TERKAIT