31 May 2022, 11:16 WIB

Sejak Infrastruktur Dibenahi, Kawasan Borobudur Jadi Lebih Meriah


Tosiani | Nusantara

ANTARA/Hendra Nurdiyansyah
 ANTARA/Hendra Nurdiyansyah
Wisatawan berkunjung ke Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

KAWASAN di sekitar Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, saat ini, lebih meriah. Kondisi jalan sudah bagus setelah diperbaiki oleh pemerintah, beberapa waktu lalu. Di sisi kanan dan kiri jalan sudah terdapat trotoar, dilengkapi lampu penerangan yang masing-masing berjarak sekitar 50 meter.

Di beberapa lokasi sekitar kawasan candi bermunculan banyak penjual makanan atau kuliner dadakan dengan konsep street coffe. Para pedagang itu berdatangan dari daerah Kecamatan Muntilan dan sebagian merupakan penduduk Kecamatan Borobudur.

Kondisi yang ramai menimbulkan kemacetan di jalanan sekitar Candi Borobudur. Hal itu lantaran di kanan dan kiri jalan banyak terparkir kendaraan. Padahal tidak ada bahu jalan karena adanya trotoar yang baru dibangun di bahu jalan. Juga karena banyak warga menggunakan skuter listrik yang disewa dari tempat-tempat penyewaan di lokasi tersebut.

Baca juga: Ganjar Ajak Pelari dari Seluruh Dunia Ramaikan Borobudur Marathon 2022

Suasana meriah itu, menurut penduduk Borobudur, Eastingmedi, telah berlangsung sejak situasi new normal pandemi covid-19. Tepatnya setelah pemerintah pusat, melalui Kementerian PUPR, memperbaiki infrastruktur sekitar candi.

"Situasi sekarang lebih bagus, terutama di akhir pekan, yakni Sabtu Malam dan Minggu. Jadi ramai, ada kehidupan. Dengan adanya pembangunan banyak orang datang untuk sekedar nongkrong, berfoto selfie atau menikmati kuliner,"katanya, Selasa (31/5).

Councourse atau semacam jalan pedestrian, menurut Pemerhati Sosial Budaya dari Magelang, Brahmantara, awalnya sudah ada. 

Pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah sifatnya hanya peningatan penggantian material.

Pembangunan sudah selesai dilakukan dan saat ini masih dalam proses diserahkan pengelolaannya ke Pemkab Magelang, PT TWCB dan Balai Konservasi Borobudur.

Brahmantara berpendapat, proyek pengembangan infrastruktur di kawasan Borobudur harus dimonitoring terkait fungsionalitas dan kebermanfaatannya bagi masyarakat. 

Ia mencontohkan pembangunan home stay oleh PUPR yang jumlahnya cukup banyak. Namun, yang paling penting masyarakat, selaku tuan rumahnya, disiapkan secara kemampuan dan SDM melayani dalam konteks quality tourims.

"Kalau bangunannya standar. Namun hanya sedikit yang benar-benar sustain dan sudah menerima tamu. Kalau bisa dilihat, masyarakat belum siap secara keseluruhan, dari kompetensi mereka menerima tamu, standart chse dalam pariwisata sampai marketingnya," ujarnya.

Ia menegaskan, setiap development project yang berkaitan dengan insfrastrktr dalam masyarakat harusnya berangkat dari kebutuhan dengan alur bottom-up bukan top to down. Hal ini agar projact yang dilaksanakan sesuai dengankebutuhan dan keinginan masyarakat secara nyata. (OL-1)

BERITA TERKAIT