30 May 2022, 21:48 WIB

Lamongan Tanam 2.700 Batang Bambu untuk Rehabilitasi


M Yakub | Nusantara

MI/M Yakub
 MI/M Yakub
Bupati Yuhronur Efendi bersama jajaran forkopimda menanaman bambu dengan jenis Petung di bantaran Kali Blawi Kecamatan Karangbinangun

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, menanaman pohon bambu sebanyak 2.700 batang di bantaran anak sungai Bengawan Solo, Senin (30/5).

Upaya ini untuk merehabilitasi lahan rawan bencana di dua kecamatan sepanjang bantaran sungai di Kecamatan Karangbinagun dan Turi. Ribuan batang bambu ini ditanam di 2 kecamatan yang dilewati bantaran sungai daerah irigasi maupun Bengawan Solo.

Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan Hari Jadi Lamongan ke -453. Bupati Yuhronur Efendi bersama jajaran forkopimda melaksanakan penanaman bambu dengan jenis Petung di bantaran Kali Blawi Kecamatan Karangbinangun. Menurut Bupati, pemilihan bambu ini karena berbagai manfaat yang dimiliki, selain mampu dijadikan sebagai kerajinan dan bahan bangunan juga mampu menyerap karbon dioksida dan air.

"Jadi bambu ini tidak hanya bermanfaat untuk lingkungan saja tapi banyak manfaat-manfaat lain, termasuk untuk tanaman hias," kata Bupati.

Bambu ini, lanjut dia, selain bisa menyerap karbon dioksida juga mampu menyerap air. Ada sebanyak 5.000 liter air yang dapat diserap oleh serumpun bambu.

"Sehingga kekuatan akarnya ini bisa juga membantu kita untuk menyimpan air sekaligus menyelamatkan air. Kemudian 50 ton karbon dioksida dapat diserap setiap 1 hektare dalam setiap tahun, serta mampu menghasilkan oksigen 35% lebih cepat dari pohon-pohon yang lain," tuturnya.

Baca juga: Wabah Penyakit Mulut Dan Kuku Di Lamongan Meluas

Ditambahkannya, 1 pohon bambu dapat menyiapkan pernafasan untuk 2 orang. Oleh karena itu, bambu merupakan tanaman yang cocok dipilih sebagai tanaman rehabilitasi lahan rawan bencana.

"Sudah kita mulai beberapa tahun yang lalu, kalau kita lihat dari manfaat bambu ini memang sangat sungguh luar biasa. Sehingga kita terus galakkan untuk penanaman pohon, dengan lebih kita utamakan penanaman bambu ini di daerah-daerah yang rawan longsor dan daerah rawan bencana," ungkapnya.

Kepala BPBD Lamongan Gunadi menambahkan, penanaman pohon ini telah dilakukan sejak Jumat (27/5) dengan jumlah total 2.700 pohon. Rinciannya, 1.500 pohon di bantaran sungai Plalangan Desa Ploso Lebak dan Desa Balun Kecamatan Turi, 1.000 pohon di bantaran kali Blawi Karangbinangun, dan 200 pohon direncanakan akan ditanam di Desa Ketapangtelu Karangbinangun.

"Tujuan dilaksanakannya penanaman pohon ini adalah sebagai upaya rehabilitasi dan perbaikan lahan rawan bencana. Untuk memasyarakatkan pohon bambu dengan berbagai jenis dan fungsi seperti rehab lahan dan konservasi juga produksi oksigen, juga untuk mengedukasi siswa tentang pentingnya pohon bambu untuk mitigasi," ucap Gunadi.(OL-5)

BERITA TERKAIT