30 May 2022, 00:00 WIB

Pemda Diminta Optimalkan Pengelolaan Kawasan Labuan Bajo Sebagai KSPN


Insi Nantika Jelita | Nusantara

Antara/Rivan Awal Lingga
 Antara/Rivan Awal Lingga
Wisata Bukit AMelia di Labuan Bajo, NTT

KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendorong pemerintah daerah untuk maksimal memanfaatkan proyek Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), seperti di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dalam waktu dekat, pemerintah akan meresmikan kawasan Pulau Rinca, Penataan Pantai Marina Bukit Pramuka, dan lainnya di kawasan Labuan Bajo untuk menarik wisatawan. 

"Setelah selesai pengoperasian, bangunan itu pemanfaatannya perlu dioptimalkan," kata Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Pantja Dharma Oetojo kepada wartawan, Minggu (29/5). 

Menurutnya, pemerintah tidak bisa bergerak sendiri untuk menjalankan bisnis pariwisata. Mayoritas tempat wisata, lanjut Pantja, dikelola oleh badan usaha dengan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Pemda pun didorong untuk bersinergi dengan pihak swasta untuk menggairahkan kawasan tersebut guna menarik wisatawan.

Baca juga : 8 Penumpang Selamat KM Ladang Pertiwi Kembali Ditemukan

Terlebih, destinasi seperti Tana Mori Labuan Bajo di NTT juga dicanangkam menjadi wisata kelas atas atau premium. Pada November 2020, dalam paparan Menteri BUMN, untuk pengembangan kawasan Tana Mori Labuan Bajo dibutuhkan Rp2,67 triliun. Kawasan itu memiliki luas 300 hektare dan bakal dijadikan venue dari agenda G20 dan ASEAN Summit di 2023.

"Enggak ada tempat pariwisata yang gratis. Harus ada peran swasta. Perlu ada persiapan dari pemda, mulai dari pengelolaan aset, berkontrak secara benar dengan swasta. Ini perlu diantisipasi," pungkas Pantja. 

Pada Desember 2021, Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono menekankan pentingnya pekerjaan yang detail dan kualitas fisik prasarana dalam penataan kawasan Labuan Bajo. 

Mulai dari tim konsultan dan kontraktor diminta mengawasi dengan serius pengembangan proyek KSPN itu. 

"Untuk tim konsultan supervisi, awasi betul pekerjaannya secara detail hingga penyelesaian akhirnya. Penataan area wisata ini dengan uang negara. Tolong jangan main-main, karena akan dikunjungi wisatawan," kata Basuki. (OL-7)

BERITA TERKAIT