29 May 2022, 21:15 WIB

Komite Srandul dan Tari Kreasi Dewan Kesenian Klaten Gelar Sarasehan Budaya 


Djoko Sardjono | Nusantara

MI/Djoko Sardjono
 MI/Djoko Sardjono
Sarasehan Budaya di Klaten, jawa Tengah

KOMITE Seni Srandul dan Tari Kreasi Dewan Kesenian Klaten, Jawa Tengah, menggelar sarasehan di tempat berbeda, Minggu (29/5). 

Sarasehan Komite Seni Srandul yang digelar di Aula SMP Negeri 4 Klaten, dibuka Wakil Bendahara Dewan Kesenian Klaten Hety Purwani. Sedangkan sarasehan Komite Tari Kreasi di Aula SMP Negeri 2 Klaten, dibuka oleh Ketua Harian Dewan Kesenian Klaten FX Setyawan DS. 

Ketua Komite Srandul Triyono mengatakan, sarasehan seni tradisional itu merupakan pelaksanaan program kegiatan Dewan Kesenian Klaten 2022. Sarasehan Komite Srandul diikuti para pegiat dan pelaku seni srandul dan srontul. Tujuannya untuk pelestarian seni tradisional tersebut. 

"Untuk pelestarian dan pengembangan seni srandul, setiap pentas seni tradisional ini kami melibatkan siswa sekolah sebagai pemain/peraga," paparnya. 

Menurut Triyono, pelibatan milenial dalam seni srandul adalah dalam upaya regenerasi. Karena, pemain seni srandul kini rata-rata sudah tua. 

"Seni srandul itu satu kata, satu rasa, dan satu hati. Ini yang kami jaga untuk pelestarian dan pengembangan seni tradisi srandul dan srontul," tandasnya. 

Sementara itu, Ketua Komite Tari Kreasi Ernawati mengatakan, kegiatan sarasehan ini digelar untuk menampung saran dan masukan dari peserta. 

"Banyak tari kreasi yang dihasilkan Komite Tari Kreasi. Namun, untuk mengembangkan kreativitas dan inovasi seni tari kreasi itu perlu masukan," imbuhnya. 

Baca juga : Masih Ada Potensi Longsor di Temanggung

Salah satu peserta, Nanik Herawati, meminta seni tari tidak hanya tampil di festival atau lomba, tapi perlu dihadirkan pada kegiatan atau event apa pun. 

Sedangkan pegiat seni tari, Suyanto, mengusulkan agar karya tari koreografer dicacatkan di Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga dan Pariwisata Klaten. 

Pencatatan di Dibudporapar Klaten itu penting, karena untuk pengajuan mendapatkan perlindungan secara hukum atas hak intelektual (HAKI) sangat sulit. 

Sementara itu, Ketua Harian Dewan Kesenian Klaten, FX Setyawan DS mengatakan, seni tari kreasi banyak peluang yang bisa digarap dan dikembangkan. 

Namun, untuk penggarapan dan pengembangan tari kreasi atau jenis tarian baru itu perlu dukungan masyarakat, terutama pegiat dan pelaku seni tari. 

Seni budaya merupakan primadona dalam membentuk karakter dan jati diri bangsa. Maka, seni budaya daerah ini harus dilestarikan dan dikembangkan. 

"Dewan Kesenian Klaten mengemban visi dan misi untuk meluhurkan, mengembangkan, dan melestarikan seni budaya daerah Kabupaten Klaten," jelasnya. 

Sarasehan Komite Tari Kreasi Dewan Kesenian Klaten yang bertema gregah, greget, hambekso itu menghadirkan Sanggar Cendhana Seta, narasumber asal Solo. (OL-7)

BERITA TERKAIT